Advertise

 
Showing posts sorted by relevance for query rupiah. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query rupiah. Sort by date Show all posts
Sunday, 21 July 2013

Rupiah Mengalami Tekanan, Sejumlah Emiten Terdampak

0 komentar
Rupiah Mengalami Tekanan, Sejumlah Emiten Terdampak[NMForex] Financeroll - Sepanjang bulan Juli ini, nilai tukar rupiah terus melemah terhadap dolar AS. Hal itu pun berpengaruh terhadap biaya produksi sejumlah emiten. Kurs rupiah tertekan ke level Rp 10 ribu terhadap dolar AS memang tak sesuai harapan pelaku pasar. Sebelumnya, pelaku pasar memperkirakan Rupiah bergerak di level Rp 9.800 pada 2013. Pelemahan rupiah pun berdampak ke sejumlah emiten.

Tekanan terhadap rupiah berdampak ke emiten yang banyak menggunakan bahan baku impor, selain itu memang ada juga emiten membayar kewajiban dengan dolar. Dampak pelemahan rupiah ini akan berpengaruh atau tidak ke kinerja emiten akan terlihat pada kinerja kuartal ketiga.

Emiten yang memiliki kewajiban dalam bentuk dolar akan terkena dampak pelemahan rupiah. Kecuali emiten tersebut telah melakukan hedging/lindung nilai sehingga tidak terlalu berpengaruh ke emiten. Beberapa emiten pertambangan batubara, migas, dan logam memiliki kewajiban dalam bentuk dolar, serta emiten yang bahan bakunya kebanyakan impor juga akan terkena dampak pelemahan rupiah.

Sementara itu, Direktur PT Kalbe Farma Tbk, Vidjongtius mengatakan, rupiah melemah akan menaikkan biaya produksi.Perseroan akan terus memonitor dulu pergerakan rupiah Lebaran. Mudah-mudahan pergerakan rupiah ini membaik.

Menurut Vidjongtius, meski rupiah melemah ke level 10 ribu terhadap dolar, pihaknya belum merevisi target kinerja keuangan pada 2013. PT Kalbe Farma Tbk menargetkan penjualan naik 18% dari penjualan tahun 2012 sebesar Rp 13,63 triliun. Laba bersih pada tahun 2013 pun diharapkan naik 18% dari tahun 2012 sebesar Rp 1,73 triliun. Berdasarkan kurs tengah BI pada Jumat (19/7), rupiah berada di level 10.070. [geng]
Sugeng Riyadi 21 Jul, 2013

-
Source: http://financeroll.co.id/news/79940/rupiah-mengalami-tekanan-sejumlah-emiten-terdampak
Read more...
Tuesday, 25 June 2013

Selasa Siang, Rupiah Bergerak Melemah ke Level Rp 9.940 / USD

0 komentar
Selasa Siang, Rupiah Bergerak menguat ke Level Rp 9.940 / USDFinanceroll - Pergerakan nilai tukar (kurs) rupiah pada Selasa (25/6) pagi hingga siang kembali bergerak di area negatif atau melemah seiring dengan tekanan dari pasar obligasi.
Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta bergerak melemah sebesar 15 poin menjadi Rp 9.940 dibanding posisi sebelumnya Rp 9.925 per dolar AS.

Tekanan jual dari pasar obligasi terus meningkat membuat tekanan di pasar rupiah. Tekanan mata uang juga terjadi pada nilai tukar Asia lainnya.  Aksi jual itu terjadi di sepanjang Juni dengan total penjualan sudah mencapai Rp 17,28 triliun atau setara dengan dua miliar dolar AS. Bank Indonesia (BI) sebagai salah satu pembeli di pasar SBN menjadi penyanggah dari aksi jual asing itu.
kebijakan BI belum sepenuhnya dapat menghentikan aksi jual asing karena sentimen investor global saat ini cenderung negatif. Lana mengemukakan bahwa tekanan rupiah juga masih dibayangi hasil pertemuan the Fed pada tanggal 19 Juni lalu yang akan mulai mengurangi besaran stimulusnya menjelang akhir tahun, dan menghentikan program pembelian obligasi pemerintah sepenuhnya pada tahun 2014.

Meski demikian, otoritas  BI optimistis  nilai tukar rupiah yang mulai mengalami apresiasi setelah harga BBM naik serta kebijakan tappering off atau penurunan stimulus moneter oleh bank sentral AS (The Fed) akan mendorong arus masuk modal asing.  Pergerakan  rupiah yang menguat dengan  yield SBN (Surat Berharga Negara) yang cukup tinggi.
Dengan kebijakan The Fed tersebut, justru mengurangi spekulasi yang terjadi di pasar dan pihaknya meyakini fenomena penarikan modal (capital reversal) tidak akan banyak terjadi lagi.  Yang kelihatan pemodal asing khususnya jangka panjang itu sudah mulai beli SBN.
Dengan kurs dan gerakan rupiah saat ini yang apresiasi ke depan, akan mendorong pemodal mendapatkan currency yield.  Sehingga saat ini, lanjutnya, merupakan waktu yang tepat bagi para investor untuk membeli SBN dengan yield yang tinggi. Rupiah yang arahnya apresiasi juga tentu saja akan membuat investor mendapatkan yield yang cukup tinggi dan currency gain (perolehan pendapatan).

Isu mengenai tappering off bukan isu baru karena sudah terjadi sejak tiga atau empat minggu lalu dan dampak dengan adanya capital reversal sendiri telah terjadi.  Pemodal asing itu sudah menarik dananya dari negara kawasan termasuk Indonesia, dari SBN maupun saham. Pada pekan lalu nilai totalnya mencapai Rp 34 triliun, sekarang sekitar Rp 38 triliun. [geng]
Sugeng Riyadi 25 Jun, 2013

-
Source: http://financeroll.co.id/news/77583/selasa-siang-rupiah-bergerak-melemah-ke-level-rp-9-940-usd
Read more...
Wednesday, 26 June 2013

Dana Pensiun Masuk Bursa, Rupiah Diharapkan Menguat

0 komentar
Masuknya Jamsostek ke Bursa Saham Diharapkan Sokong Penguatan RupiahFinanceroll - Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di pasar spot valas antar bank Jakarta, Rabu (26/6) diprediksi menguat seiring ekspektasi masuknya Jamsostek ke bursa saham.
Potensi penguatan rupiah  hari  ini salah satunya seiring ekspektasi pasar atas masuknya dana pensiun senilai Rp 144,2 trilun ke bursa saham.  Dengan kejatuhan harga saham akhir-akhir ini, membuat petinggi Jamsostek tertarik untuk memborong saham.

Jamsostek merupakan dana pensiun terbesar di Indonesia untuk masuk ke bursa lokal.  Ini juga seharusnya bisa menambah optimisme para manajer investasi.  Sebab, masuknya Jamsostek bisa untuk jangka panjang bukan hot money yang bersifat jangka pendek. Pasar sekarang tinggal menunggu realisasinya.  Karena itu, rupiah berpeluang rebound dan akan coba menguji level  Rp 9.860 dan kalaupun melemah sudah terbatas di kisaran level Rp 9.935 per dolar AS.

Dari eksternal, seiring minimnya data ekonomi penting yang dirilis Rabu ini, pasar akan merespons data consumer confidence dan laporan sektor perumahan AS yang angkanya sudah diprediksi masih stabil pada angka yang positif sehingga bisa memperkuat dolar AS.

Selain itu, consumer confidence AS sudah diprediksi stagnan di level 76,2. Tapi, data New Home Sales sudah diprediksi naik ke 462 ribu dari publikasi sebelumnya 454 ribu. Begitu juga dengan indeks manufaktur kawasan Richmond yang membaik ke posisi 0 dari sebelumnya -2.  Jika melihat intervensi verbal dari petinggi The Fed, seharusnya bisa memberikan rebound sementara untuk pasar aset berisiko termasuk rupiah.

Kondisi itu,  bisa memicu penguatan rupiah sebagai mata uang yang berimbal hasil tinggi. Kurs rupiah mendapat keuntungan saat para investor melakukan profit taking pada mata uang dolar AS yang merupakan save haven.  Saat ini rupiah semakin terkait erat dengan sentimen China dan permintaan komoditas regional yang juga lebih banyak dipengaruhi oleh China.  Meski gejolak kredit China sedikit diredam oleh komentar People's Bank of China (PBoC) selanjutnya pasar perlu melihat bagaimana reaksi para investor dalam beberapa hari ke depan.

Jika memang risiko krisis likuiditas China hanya bersifat jangka pendek seperti yang dijelaskan PBoC, tentu bisa mengembalikan keyakinan para investor terhadap laju pemulihan ekonomi China dan terhindar dari risiko hard landing atau perlambatan ekonomi yang lebih tajam dibandingkan estimasi.  Sebab, jika terjadi kenaikan suku bunga kredit, berbagai bisnis sulit melakukan ekspansi sehingga ekonomi berisiko mengalami hard landing.   Sebagai informasi,  kurs rupiah terhadap dolar AS  di pasar spot valas antar bank Jakarta, Selasa (24/6) ditutup stagnan di level  Rp 9.925-9.935. [geng]
Hendi Suhendi 26 Jun, 2013

-
Source: http://financeroll.co.id/news/77665/dana-pensiun-masuk-bursa-rupiah-diharapkan-menguat
Read more...

Capital Outflow Diperkirakan Masih Deras, Rupiah Cenderung Melemah

0 komentar
Capital Outflow Diperkirakan Masih Deras, Rupiah Cenderung MelemahFinanceroll - Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan  masih melanjutnya tren pelemahan. Sentimen dari dalam negeri terkait kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) masih menjadi faktor pergerakan rupiah, khususnya bagi para investor yang khawatir akan tingginya capital outflow.

Dalam kondisi ini seharusnya Bank Indonesia (BI) memiliki intervensi khususnya di pasar valas. Selama ini BI hanya melakukan intervensi dengan menaikan suku bunga menjadi 6 persen.  BI seharusnya  memiliki intervensi lainnya di pasar valas, karena menaikan suku bunga sudah tidak memungkinkan, yang seharusnya dilakukan sekarang adalah dengan membatasi penjualan rupiah oleh bank-bank asing di Indonesia.
Dengan intervensi tersebut maka rupiah diharapkan tidak kembali anjlok hingga ke level terbawah. Namun selain membatasi rupiah, BI juga memerlukan beberapa kebijakan ekonomi pemerintah lain yang sudah bisa di adaptasi oleh para pelaku pasar.  Diharapkan rupiah berpotensi kembali menguat pada akhir tahun nanti pada level Rp 9.800-Rp 9.900 per USD.

Sebagai informasi, dalam perdagangan kemarin BI mencatat kurs tengah rupiah berada di Rp 9.948 per USD, dengan kisaran perdagangan Rp 9.898-Rp 9.998 per USD, sementara Bloomberg mencatat rupiah tembus Rp 10.004 per USD, dengan kisaran perdagangan Rp 9.904-Rp 10.033 per USD. [geng]
Sugeng Riyadi 26 Jun, 2013

-
Source: http://financeroll.co.id/news/77688/capital-outflow-diperkirakan-masih-deras-rupiah-cenderung-melemah
Read more...
Tuesday, 2 July 2013

Sentimen Positif Eksternal Merebak, Rupiah Diperkirakan Menguat

0 komentar
Sentimen Positif Eksternal Merebak, Rupiah Diperkirakan MenguatFinanceroll - Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di pasar spot valas antar bank Jakarta, Selasa (2/7) diprediksi menguat. Positifnya data-data ekonomi Jepang dan Eropa jadi katalisnya.  Peluang penguatan nilai tukar rupiah Selasa ini salah satunya didukung oleh faktor teknikal. Secara teknikal, dolar AS terhadap rupiah memasuki fase pergerakan yang overbought (jenuh beli).

Karena itu, dibutuhkan technical rebound bagi rupiah untuk mengurangi tekanan jenuh beli atas dolar AS. Nilai  rupiah berpeluang menguat dalam kisaran Rp 9.870 hingga Rp 9.950 per dolar AS. Penguatan rupiah juga mendapat dukungan dari positifnya data-data yang dirilis di Jepang dan Eropa.  Keduanya kompak menunjukkan adanya perbaikan data-data ekonomi untuk dua kawasan tersebut.

Antara lain, Indek Manufaktur Jepang yang dirilis naik ke level 4 dari bulan sebelumnya -8. Sementara itu, indeks non-manufaktur naik ke 12 dari sebelumnya 6. Sementara itu, dari Eropa, indeks manufaktur Spanyol naik melampaui estimasi ke 50,0. Begitu juga dengan indeks manufaktur Inggris ke 52,5.

Angka pengangguran Eropa juga lebih baik menjadi 12,1% dari publikasi sebelumnya 12,3%.  Untuk indeks manufaktur Eropa secara keseluruhan memang belum banyak mengalami perubahan, tapi ada sedikit perbaikan seperti di Spanyol, Italia dan Inggris.

Semua itu akan memberikan harapan atas membaiknya permintaan ekspor terutama setelah didapat pertumbuhan ekspor Indonesia kemarin yang ternyata membaik dibandingkan estimasi. Melihat data terbaru yang dirilis di Jepang dan zona euro memberikan outlook yang lebih positif.

Hanya saja, pasar akan menunggu konfirmasi data Jepang dan Eropa dari rilis data-data ekonomi AS terutama pasar tenaga kerja dan data-data China.  Pertengahan pekan ini, China akan merilis data sektor non-manufaktur PMI.  Sebagai informasi, kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot valas antar bank Jakarta, Senin (1/7) ditutup bergeming di Rp 9.920-9.935. [geng]
Sugeng Riyadi 02 Jul, 2013

-
Source: http://financeroll.co.id/news/78143/sentimen-positif-eksternal-merebak-rupiah-diperkirakan-menguat
Read more...
Friday, 28 June 2013

Pasar Kabar dari The Fed, Rupiah Diperkirakan Menguat

0 komentar
Pasar Kabar dari The Fed, Rupiah Diperkirakan MenguatFinanceroll - Pada perdagangan akhir pekan ini, Jumat (28/6)  pergerakan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan akan menguat. Hal tersebut setelah pelaku pasar merespons berita dari The Fed.
Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) AS yang masih melambat dari estimasi sehingga masih memungkinkan untuk perpanjangan stimulus The Fed.  Karena itu, arah rupiah pada akhir pekan ini cenderung menguat dalam kisaran  Rp 9.870 hingga Rp 9.935 per dolar AS.

Di sisi lain, apresiasi rupiah juga terbantukan dengan kenaikan dolar Australia, setelah pelaku pasar merespons positif kemenangan Kevin Rudd sebagai Perdana Menteri (PM) Australia yang baru.  Kurs  rupiah juga terkena apresiasi Won setelah rilis current account Korea Selatan (Korsel) mengalami surplus yang diiringi peningkatan proyeksi pertumbuhan dari pemerintah Korsel.

Sebagai informasi, pada Kamis (27/6) kemarin, Bloomberg mencatat rupiah diperdagangkan di kurs tengah Rp 9.908 per USD, dengan pergerakan harian di kisaran Rp 9.891-Rp 10.025 per USD. Sementara BI mencatat kurs tengah rupiah ada di Rp 9.937 per USD.  [geng]
Sugeng Riyadi 28 Jun, 2013

-
Source: http://financeroll.co.id/news/77880/pasar-kabar-dari-the-fed-rupiah-diperkirakan-menguat
Read more...

Jumat Pagi, Rupiah Melemah Tipis ke level Rp 9.920 / USD

0 komentar
Jumat Pagi, Rupiah Melemah Tipis ke level Rp 9.920 / USDFinanceroll - Positifnya sentimen global menahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tertekan lebih dalam. Kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Jumat pagi (28/6) bergerak hanya melemah tipis 10 poin menjadi Rp 9.930 dibanding posisi sebelumnya Rp 9.920 per dolar AS.

Selain itu,  peluang penguatan rupiah masih terbuka merespon pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) AS yang masih melambat dari estimasi sehingga ada memungkinkan untuk perpanjangan stimulus The Fed.  Pergerakan nilai tukar rupiah mencoba untuk bertahan untuk tidak tertekan lebih dalam didorong estimasi The Fed melanjutkan stimulus keuangan.

Kondisi itu bisa mendorong dolar AS tertekan terhadap mata uang Asia, termasuk rupiah. Di sisi lain, rupiah dapat terapresiasi terbantukan dengan kenaikan mata uang dolar Australia setelah pelaku pasar merespon positif Perdana Menteri yang baru.
 
Dalam tiga hari terakhir ini sentimen investor di pasar global membaik dengan beberapa faktor, salah satunya pernyataan The Fed dikabarkan memperpanjang program pembelian obligasi jika data-data ekonomi AS tidak dapat mencapai target.  Namun, sentimen itu masih bersifat temporer karena investor masih menunggu kepastian dari The Fed mengenai pemangkasan program pembelian obligasinya. [geng]
Sugeng Riyadi 28 Jun, 2013

-
Source: http://financeroll.co.id/news/77884/jumat-pagi-rupiah-melemah-tipis-ke-level-rp-9-920-usd
Read more...
Monday, 1 July 2013

Capital Outflow Masih Membayangi, Rupiah Diperkirakan Melemah

0 komentar
Capital Outflow Masih Membayangi, Rupiah Diperkirakan MelemahFinanceroll - Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di pasar spot valas antar bank Jakarta, Senin (1/7) diprediksi melemah. Pasar masih mengkhawatirkan derasnya arus modal keluar dari negara-negara berkembang.  Potensi pelemahan rupiah awal pekan ini salah satunya dipicu oleh kecemasan pasar atas capital outflow (arus modal keluar) sehingga masih perlu diwaspadai. Arus capital outflow dari negara-negara berkembang masih bisa berlanjut termasuk dari Indonesia.

Belum ada kepastian mengenai solusi dari pemerintah China terhadap pengetatan kredit.  Karena itu, rupiah berpeluang melemah dalam kisaran Rp 9.975 hingga Rp 9.915 per dolar AS.  Terlebih,  Gubernur People's Bank of China (PBoC) Zhou Xiaochuan sendiri akhir pekan lalu memberikan komentar memang akan ada suntikan likuiditas bagi bank-bank di China tapi tidak dalam waktu dekat.

Begitu juga jika melihat data-data yang akan dirilis di dalam negeri awal Juli ini yang masih memberikan tekanan terhadap rupiah. Antara lain, inflasi dan ekspor-impor.  Lalu, hari ini juga akan dirilis data indeks manufaktur China versi final HSBC. Angkanya diperkirakan masih menunjukkan perlambatan karena diprediksi masih stagnan di 48,3. Artinya, manufaktur China masih kontraksi karena di bawah level ekspansi 50.
Selain itu,  pekan ini masih ada kecemasan di pasar atas pengetatan kondisi kredit di China yang dikhawatirkan berdampak buruk pada sektor manufaktur.  Data China ini bisa menambah kekhawatiran adanya pelemahan permintaan komoditas regional dan ini juga memberikan tekanan negatif  bagi rupiah.  Sebagai informasi,  kurs rupiah terhadap dolar AS  di pasar spot valas antar bank Jakarta, Jumat (28/6) ditutup stagnan di  Rp 9.920-9.930. [geng]
Sugeng Riyadi 01 Jul, 2013

-
Source: http://financeroll.co.id/news/77982/capital-outflow-masih-membayangi-rupiah-diperkirakan-melemah
Read more...
Wednesday, 3 July 2013

Krisis Likuiditas China Mereda, Rupiah Diperkirakan Melemah Terbatas

0 komentar
Krisis Likuiditas China Mereda, Rupiah Diperkirakan Melemah TerbatasFinanceroll - Pergerakan nilai rupiah terhadap dolar AS di pasar spot valas antar bank Jakarta, Rabu (3/7) diprediksi melemah. Meski demikian  akan terbatas seiring redanya krisis likuiditas China.  Pascakonsolidasi, harapan rebound rupiah tidak terjadi. Ini menunjukkan, pasar mengantisipasi masih ada potensi penguatan dolar AS jelang rilis data non-farm payrolls dan tingkat pengangguran AS Jumat pekan ini.

Data tersebut akan memperkuat argumen The Fed untuk tetap menarik stimulusnya.  Karena itu, rupiah cenderung melemah terbatas dalam kisaran  Rp 9.925 hingga Rp 9.960 per dolar AS.  Pasar tidak lagi melihat data non-farm payroll AS tapi lebih fokus pada tingkat penganggurannya yang sudah diprediksi kembali menurun ke 7,5% dari publikasi sebelumnya 7,6%.  Meskipun non-farm payroll AS sudah diprediksi turun ke 162 ribu dari angka sebelumnya 175 ribu.

Terlebih,  melalui penjelasan The Fed sendiri, bank sentral akan menggunakan acuan angka pengangguran untuk menarik stimulus moneternya ataupun tidak.  Fed manaikkan angka tingkat pengangguran sebagai syarat penarikan stimulsu menjadi 7% dari target sebelumnya 6,5%.  The Fed menjadi lebih toleran terhadap angka pengangguran yang lebih tinggi untuk mengurangi stimulus sehingga turut menjaga penguatan dolar AS. Tapi, target inflasi masih dipertahankan di level 2-2,5% sebagai patokan penarikan stimulus. Inflasi AS saat ini masih 1,4%.

Atas dasar itu, rupiah kemungkinan berada dalam tekanan negatif hingga Jumat.  Tapi, pelemahan kemungkinan akan tertahan. Sebab, kemarin situasi krisis likuiditas di China juga semakin mereda setelah People's Bank of China menyuntik dana tambahan pada sistem perbankannya senilai 36 miliar yuan atau sekitar USD 5,9 miliar melalui berbagai repo sekuritas.

Aksi PBoC itu,  kemudian memicu penurunan suku bunga antar bank di China yang sebelumnya sempat liar ke level 14%, pada 20 Juni 2013.  Kemarin, suku bunga overnaight turun ke 3,79%, sedangkan untuk tenor 14 hari turun hampir 100 basis poin ke 5,09%.

Sementara itu,  untuk tenor tujuh hari turun ke 4,76% terendah sejak 20 Juni itu.  Ini yang membatasi pelemahan rupiah seiring optimisme berakhirnya krisis likuiditas di China. Ketakutan tinggal masalah penarikan stimulus The Fed.  Sebagai informasi, kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot valas antar bank Jakarta, Selasa (2/7) ditutup melemah 12 poin (0,120%) ke posisi  Rp 9.932-9.939. [geng]
Sugeng Riyadi 03 Jul, 2013

-
Source: http://financeroll.co.id/news/78289/krisis-likuiditas-china-mereda-rupiah-diperkirakan-melemah-terbatas
Read more...
Tuesday, 2 July 2013

Selasa Sore, Rupiah Bergerak Menguat ke Level Rp 9.918 / USD

0 komentar
Selasa Sore, Rupiah Bergerak Menguat ke Level Rp 9.918 / USDFinanceroll - Seiring harapan pelaku pasar terhadap perbaikan neraca perdagangan Indonesia (NPI) pasca kenaikan harga BBM, nilai tukar  uang rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa sore (2/7) bergerak menguat 22 poin menjadi Rp 9.918 dibanding posisi sebelumnya Rp 9.940 per dolar AS.

Meskipun  Indonesia masih mencatatkan defisit neraca perdagangan untuk bulan Mei 2013, kenaikan harga BBM bersubsidi diharapkan dapat membantu memperbaiki neraca perdagangan Indonesia ke depannya.  Dari sisi fundamental, meningkatnya inflasi Indonesia telah memberikan harapan bahwa Bank Indonesia akan mempertahankan sikap  hawkish sehingga memungkinkan dapat menjadi sentimen positif bagi rupiah.

Meski demikian,  kekhawatiran atas potensi pengurangan stimulus moneter Bank Sentral AS atau The Federal Reserve dalam waktu dekat dan perlambatan ekonomi China masih akan membayangi kinerja rupiah terhadap dolar AS.  Di lain pihak, pergerakan rupiah masih terkendali seiring Bank Indonesia (BI)  tetap berkomitmen menjaga stabilitas mata uang domestik.

Ruang penguatan rupiah lebih lanjut masih terbuka seiring dengan investor yang melihat sentimen lainnya, seperti ekonomi Indonesia yang masih dapat tumbuh positif.  Di tengah kondisi global yang bergejolak, Indonesia masih memiliki pertumbuhan ekonomi.   Sebaliknya pada kurs tengah BI,   rupiah bergerak melemah menjadi Rp 9.940 dibanding sebelumnya (1/7) di posisi Rp 9.934 per dolar AS. [geng]
Sugeng Riyadi 02 Jul, 2013

-
Source: http://financeroll.co.id/news/78225/selasa-sore-rupiah-bergerak-menguat-ke-level-rp-9-918-usd
Read more...
Thursday, 27 June 2013

Sentimen Muncul Bervariasi, Rupiah Cenderung Konsolidasi

0 komentar
Sentimen Muncul Bervariasi, Rupiah Cenderung KonsolidasiFinanceroll - Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di pasar spot valas antar bank Jakarta, Kamis (27/6) diprediksi konsolidasi. Rilis PDB AS yang di bawah ekspektasi jadi salah satu pemicunya.  Pada  hari ini pasar masih akan melihat berlanjutnya pelemahan rupiah. Tapi, pelemahan ini lebih bersifat konsolidasi.  Sebab data Produk Domestik Bruto (PDB) AS versi akhir yang dirilis semalam akan menjadi perhatian investor.

Terlebih  angkanya berada di bawah ekspektasi di level 1,8% dari prediksi tidak berubah di level 2,4% untuk kuartal I-2013.  Karena itu, meski melemah rupiah cenderung konsolidasi dalam kisaran 9.910 hingga 9.950 per dolar AS. Kecuali, jika angka PDB AS itu cukup memungkinkan akan berlanjutnya pemulihan ekonomi AS. Jika saja ini yang terjadi akan tetap menjaga ekspektasi pengurangan stimulus moneter The Fed sehingga menjadi sentimen positif bagi dolar AS.

Penarikan stimulus baru memenuhi syarat jika inflasi AS menanjak ke level 2,5% dan tingkat pengangguran 6,5%.  Saat ini inflasi AS baru 1,6% dan pengangguran 7,6%.  Bagaimanapun rupiah hanya akan konsolidasi.  Saat ini sedang berlangsung pertemuan para petinggi Uni Eropa di Luxemburg.  Kamis ini merupakan sesi pertemuan para pimpinan negara Uni Eropa.

Dari Eropa pasar ingin melihat perkembangan situasi politik yang terjadi di Italia dan Yunani belakangan ini.  Sementara dari Italia pasar belum mendapat kejelasan bagaimana sikap Silvio Berlusconi apakah dia tetap memberikan dukungan terhadap koalisi pemerintahannya atau tidak.  Pasar masih khawatir terhadap keutuhan koalisi pemerintahannya.

Sementara itu, Yunani juga masih akan jadi fokus pasar setelah akhir pekan lalu Partai Demokratik keluar dari koalisi pemerintahan. Koalisi pemerintahan sekarang hanya memiliki suara mayoritas yang tipis.

Akibatnya, sentimen terhadap rupiah masih negatif. Data ekonomi yang akan dirilis Jerman hari ini cukup positif sehingga bisa mengurangi penguatan dolar AS.  Jumlah pengangguran di Jerman sudah diprediksi berkurag dari sebelumnya bertambah 22 ribu menjadi hanya bertambah 7 ribu. Sebagai informasi,  kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot valas antar bank Jakarta, Rabu (26/6) ditutup melemah 20 poin (0,201%) ke posisi  Rp 9.930-9.940. [geng]
Hendi Suhendi 27 Jun, 2013

-
Source: http://financeroll.co.id/news/77809/sentimen-muncul-bervariasi-rupiah-cenderung-konsolidasi-2
Read more...
Friday, 5 July 2013

Jumat Sore, Rupiah Ditutup Stagnan di Level Rp 9.945 / USD

0 komentar
Jumat, Sore Rupiah Ditutup Stagnan di Level Rp 9.945 / USDFinanceroll – Otoritas Bank Indonesia (BI) mencatat pergerakan rupiah stagnan di level Rp 9.945 sama. Kurs transaksi BI mencatat harga jual rupiah berada dikisaran Rp 9.995 sementara harga beli rupiah dikisaran Rp 9.895.

Sebagian besar mata uang Asia menguat termasuk mata uang nasional.  Kurs rupiah ditutup di Rp 9.943 per USD (kurs tengah Bloomberg) sedangkan yen melemah kembali ke 100,25 yen per USD.  Penguatan juga terjadi pada sebagian besar bursa Asia, termasuk bursa Indonesia naik tipis ke 4.602,81 (0,46 persen). Bursa utama AS dan Eropa juga menguat.

Di sisi lain, pasar Asia kemungkinan naik pada hari ini mengikuti penguatan bursa global dan didukung dengan indeks futurenya yang positif.  Sedangkan  rupiah berpotensi menguat menuju kisaran antara Rp 9.920-Rp 9.940 per USD dengan penjagaan BI. [geng]
Tryas Aditya 04 Jul, 2013

-
Source: http://financeroll.co.id/news/78620/jumat-sore-rupiah-ditutup-stagnan-di-level-rp-9-945-usd
Read more...
Friday, 28 June 2013

Sentimen Positif Mulai Muncul, Rupiah Berpeluang Menguat

0 komentar
Financeroll - Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di pasar spot valas antar bank Jakarta, Jumat (28/6) diprediksi menguat seiring dolar AS yang jenuh beli dan nada The Fed yang dovish.  Akhir pekan ini rupiah berpeluang melanjutkan penguatan. Sebab, penguatan dolar AS terhadap rupiah sudah mulai kehabisan momentum. 

Pada grafik harian, indikator stochastic dan oscilator nya menunjukkan kondisi jenuh beli untuk dolar AS terhadap rupiah.  Karena itu, arah rupiah Jumat ini cenderung menguat dalam kisaran  Rp 9.870 hingga Rp 9.935 per dolar AS. Selain itu, pasar mencermati pernyataan dari William Dudley, President of the Federal Reserve Bank of New York dan anggota dewan gubernur The Fed, Jerome Powell.  Kedua pejabat Fed itu masih menunjukkan pandangan yang dovish (promoneter longgar) mengenai arah kebijakan moneter sehingga seharusnya bisa kembali jadi tekanan negatif bagi dolar AS. 

The Fed akan berusaha mengurangi ekspektasi para pelaku pasar bahwa penarikan stimulus bisa terjadi lebih cepat dibadingkan proyeksi dari bank sentral AS sendiri.  Karena itu, nantinya akan ada revaluasi kembali terhadap dolar AS dan aset-aset yang selama beberapa hari terakhir mengalami pelemahan tajam akibat kepanikan pasar itu.  Semalam AS merilis data personal income yang angkanya sudah diprediksi naik jadi 0,2% dari sebelumnya 0,0%. Lalu, personal spending yang angkanya sudah diprediksi meningkat ke 0,3% dari publikasi sebelumnya -0,2%. 

Begitu juga dengan initial jobless clamis AS yang sudah diprediksi membaik jadi 347 ribu dari sebelumnya 354 ribu.  Data-data tersebut juga bisa memberikan petunjuk atas ekspektasi penarikan quantitative easing (QE).  Hanya saja, meski angka-angka tersebut memang membaik, tapi ke depannya masih ada tekanan. Sebab, seiring program ousterity (pemangkasan anggaran pemerintah) tingkat belanja konsumen agak tertekan.  The Fed juga membutuhkan penurunan tingkat pengangguran hingga 6,5% untuk menarik stimulus.
Dengan kisaran jobless claim yang masih di level 350 ribu, target tingkat penganguran itu masih sulit dicapai.  Butuh penurunan jobless claims hingga ke bawah 200 ribu untuk kembali ke level normal sebelum krisis.  Sebagai informasi, kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot valas antar bank Jakarta, Kamis (27/6) ditutup stagnan di level  Rp 9.920 9.930. [geng]
Sugeng Riyadi 28 Jun, 2013

-
Source: http://financeroll.co.id/news/77859/sentimen-positif-mulai-muncul-rupiah-berpeluang-menguat
Read more...
Tuesday, 2 July 2013

Sentimen Internal Muncul Bervariasi, Pasar Domestik Melambat

0 komentar
Sentimen  Internal Muncul Bervariasi, Pasar Domestik MelambatFinanceroll - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan  (IHSG)  melemah tapi rupiah masih stagnan. Pasar merespons variatifnya data-data ekonomi yang dirilis di dalam negeri.  Stagnannya penutupan rupiah awal pekan ini salah satunya dipicu oleh rilis inflasi Indonesia untuk Juni 2013 yang angknya di bawah estimasi.  Nilai  rupiah bergerak datar setelah adanya rilis data inflasi yang ternyata turun ke bawah estimasi.

Inflasi tahunan di level 5,90% dari prediksi 6,10%. Inflasi bulan Juni juga turun ke bawah estimasi 1,20% menjadi 1%.  Sepanjang perdagangan, rupiah mencapai level terkuatnya Rp 9.919 setelah mencapai level terlemahnya Rp 9.935 dari posisi pembukaan  Rp 9.925 per dolar AS.  Kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot valas antar bank Jakarta, Senin (1/7) ditutup bergeming di  Rp 9.920-9.935 dibandingkan posisi akhir pekan lalu.

Begitu juga dengan pertumbuhan ekspor Indonesia yang membaik menjadi -4,49%, atau lebih rendah dari prediksi -9,60%. Di sisi lain, Indeks Manufaktur PMI Indonesia versi HSBC dirilis 51 atau menurun dari sebelumnya 51,6.  Variatifnya data-data fundamental Indonesia menyebabkan rupiah tidak bergerak banyak dan berakhir stagnan.

Pada saat yang sama,  data-data yang dirilis di Jepang dan Eropa cukup positif sehingga seharusnya bisa memperkuat rupiah.  Sebab, data-data Jepang dan Eropa itu menopang rally mata uang non-dolar AS untuk hari pertama pekan ini.  Data Indeks Sentimen Tankan di sektor manufaktur PMI Jepang meningkat dibandingkan bulan sebelumnya. Dari Eropa juga data-data yang dirilis menunjukkan perbaikan perlahan pada ekonomi kawasan Eropa.

Hanya saja, data China menunjukkan perlambatan aktivitas manufaktur. Indeks manufaktur versi HSBC di level 48,2 dibandingkan sebelumnya 48,3.  Sedangkan indeks manufaktur versi pemerintah China dirilis di level 50,1 atau lebih rendah dari publikasi sebelumnya 50,8.  Akibatnya, dolar AS sebenarnya melemah. Negatifnya data China seharusnya bisa diimbangi oleh positifnya data Jepang dan Eropa.  Tapi, karena data dalam negeri masih variatif menyebabkan penguatan rupiah jadi terbatas dan berakhir stagnan.

Akhirnya,  dolar AS melemah terhadap mayoritas mata uang utama tapi stagnan terhadap euro.  Indeks dolar AS melemah 0,12% ke 83,27 dari sebelumnya 83,41.  Terhadap euro, dolar AS ditransaksikan stagnan di level USD 1,3050 per euro.

Dari bursa saham, di bursa regional tidak terlihat adanya masalah.  Dow Jones Futures plus.  Strait Times juga masih running jauh di atas support 3.138. Tidak terlihat adanya signal negatif.  IHSG sore kemarin malah sudah mengayun lumayan dalam.  IHSG yang tadinya dekat level tertingginya, malah menguji level terendahnya di sekitar support 4.740–4.770 lagi.  Pada perdagangan Senin (1/7)  IHSG ditutup melemah 41,44 poin (0,86%) ke posisi 4.777,452. Intraday terendah 4.747,975 dan tertinggi 4.815,725. Investor asing kembali net sell hingga Rp 301,3 miliar. [geng]
Sugeng Riyadi 02 Jul, 2013

-
Source: http://financeroll.co.id/news/78129/sentimen-internal-muncul-bervariasi-pasar-domestik-melambat
Read more...
Monday, 8 July 2013

Senin Siang, Rupiah Bergerak Melemah di Level Rp 9.945 / USD

0 komentar
Senin Siang, Rupiah Bergerak Melemah di Level Rp 9.945 / USD[NMForex] Financeroll - Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada Senin pagi hingga siang (8/7)  bergerak melemah dipicu kembali meningkatnya harga minyak dunia yang menembus 100 dolar AS per barel.  Kurs  rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat sore lalu, bergerak melemah sebesar lima poin menjadi Rp 9.945 dibanding posisi sebelumnya Rp 9.940 per dolar AS. Selain itu, harga minyak dunia di atas 100 dolar AS per barel akan kembali membuat investor cemas dengan masih negatifnya performa neraca perdagangan Indonesia.  Kinerja rupiah juga masih dibayangi oleh kekhawatiran potensi pengurangan stimulus moneter Federal Reserve pasca membaiknya kondisi sektor tenaga kerja AS. Pasar keuangan Asia berpotensi melemah merespon perbaikan data ketenagakerjaan AS, kondisi itu memberi peluang besar dilakukan pengurangan program pengurangan stimulus keuangan.  Sedangkan rupiah juga berpotensi melemah terhadap dolar AS, namun masih dalam dengan penjagaan Bank Indonesia (BI). Di sisi lain, pelemahan rupiah juga karena tekanan permintaan valuta asing yang besar untuk repatriasi aset seperti pembagian deviden, keuntungan dari pemodal asing, pembayaran utang luar negeri terutama utang swasta, dan keluarnya modal asing dari pasar obligasi dan saham senilai total empat miliar dolar AS.  Cadangan devisa  untuk bulan Juni juga tercatat sebesar 98,1 miliar dolar AS, turun hampir tujuh miliar dolar AS dari posisi bulan Mei sebesar 105,1 miliar dolar AS. [geng]
Rakhman Aries 08 Jul, 2013

-
Source: http://financeroll.co.id/news/78717/senin-siang-rupiah-bergerak-melemah-di-level-rp-9-945-usd
Read more...
Saturday, 29 June 2013

Nantikan Rilis Data Inflasi, Pasar Domestik Masih Bergerak Variatif

0 komentar
Nantikan Rilis Data inflasi, Pasar Domestik Masih Bergerak VariatifFinanceroll - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat tajam tapi rupiah justru stagnan. Padahal, semua pelaku pasar sama-sama menanti rilis inflasi Juni 2013 awal pekan depan.  Stagnannya penutupan rupiah akhir pekan ini salah satunya dipicu oleh sebagian besar pelaku pasar yang masih bersikap wait and see jelang rilis data ekonomi penting di Tanah Air awal pekan depan, Senin (1/7).

Antara lain, inflasi, pertumbuhan ekspor, dan indeks manufaktur PMI Indonesia. Sepanjang perdagangan, rupiah mencapai level terkuatnya 9.915 dengan level terlemah Rp 9.925 dari posisi pembukaan di level terkuatnya itu terhadap dolar AS.   Kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot valas antar bank Jakarta, Jumat (28/6) ditutup stagnan di  Rp 9.920-9.930 dibandingkan posisi kemarin.  Inflasi Juni 2013 secara tahunan diprediksi naik dari 5,47% menjadi 6,10%.  Sedangkan inflasi bulanan, Juni 2013 diprediksi naik dari -0,03% menjadi 1,20%.
Selain itu,  pasar juga menanti laporan pertumbuhan ekspor tahunan yang diprediksi merosot dari -9,11% jadi -9,60.  Secara umum, data-data tersebut jadi sentimen negatif bagi rupiah.  Sebab, pertumbuhan ekspor yang lemah menandakan laju pertumbuhan ekonomi yang masih lemah. Sementara itu, inflasi malah meningkat yang sangat tidak disukai oleh para investor.
Meski demikian,  rupiah tidak melemah karena pasar bersikap wait and see. Dari eksternal, sentimen masih variatif di mana dolar AS cenderung stabil yang ditunjukan dengan indeks dolar AS yang mendatar 0,0%.  Dari China, pasar juga menanti awal pekan depan saat akan dirilis data indeks manufaktur China.  Kurs rupiah seharusnya tertekan karena faktor penguatan dolar AS terhadap dolar Australia dan yen Jepang. Tapi, karena pasar bersikap menanti rupiah akhirnya hanya stagnan.
Akhirnya, dolar AS ditutup stagnan terhadap mayoritas mata uang utama tapi melemah terhadap euro.  Dolar AS menguat terhadap yen Jepang dan dolar AS Australia.  Indeks dolar AS stagnan di posisi 83,16.  Terhadap euro, dolar AS ditransaksikan melemah ke USD 1,3071 dari sebelumnya USD 1,3037 per euro.
Dari bursa saham, pada perdagangan Jumat (28/6)  IHSG   ditutup menguat 143,15 poin (3,06%) ke posisi 4.818,895. Intraday tertinggi mencapai 4.818,895 dan terendah 4.721,576. Investor asing mengalami net buy sebesar Rp 486,7 miliar.  Volume perdagangan mencapai 4,5 miliar saham senilai Rp 6,4 triliun. Sebanyak 155 saham menguat, 111 saham melemah dan 102 saham stagnan. IHSG melonjak menjelang penutupan bahkan menembus level 4.800. Level tertinggi hari ini di 4.818,90 dan terendah di 4.721,58.
Penguatan tertinggi terjadi pada saham sektor manufaktur hingga 3,8 persen disusul saham sektor aneka industri 3,6 persen. Semua sektor mengalami penguatan yang terendah terjadi pada saham sektor perkebunan 0,6%. Untuk indeks LQ45 menguat 2,2 persen, indeks JII naik 2,3 persen, indeks ISSI naik 1,6%, indeks SMinfra18 menguat 1,6 persen, IDX30 naik 2,3 persen. [geng]
Sugeng Riyadi 29 Jun, 2013

-
Source: http://financeroll.co.id/news/77961/nantikan-rilis-data-inflasi-pasar-domestik-masih-bergerak-variatif
Read more...
Wednesday, 26 June 2013

Rabu Siang, Rupiah Stabil di Level Rp 9.935 / USD

0 komentar
Rabu Siang, Rupiah Stabil di Level Rp 9.935 / USDFinanceroll - Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada Rabu pagi hingga siang (26/6)  bergerak stabil di posisi Rp 9.935 per dolar AS menyusul penjagaan Bank Indonesia (BI) di pasar uang domestik.  Kurs  rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada hari ini belum bergerak nilainya atau stagnan di posisi Rp 9.935 per dolar AS.

Selain itu, BI melakukan intervensi pasar uang domestik agar nilai tukar rupiah bergerak stabil di tengah minimnya sentimen positif di pasar uang dalam negeri.  Peluang dolar AS menguat cukup kuat seiring dengan sentimen positif data manufaktur AS.  Pelemahan mata uang yuan China menambah bayangan sentimen negatif bagi nilai tukar Asia.  Sentimen dalam negeri masih kurang mendukung untuk terapresiasinya rupiah untuk saat ini.

Di sisi lain,  pesanan  durable goods AS melampaui ekspektasi dengan tumbuh 3,6 persen pada bulan Mei, dipicu kenaikan pesanan untuk pesawat dan mesin.  Data-data ekonomi AS sejalan dengan proyeksi Federal Reserve bahwa ekonomi AS akan memperlihatkan pemulihan moderat, dan secara khusus, data ekonomi AS selama dua pekan terakhir terus melampaui konsensus.  Data-data tersebut telah menyediakan pijakan yang kuat bagi dolar AS. [geng]
Sugeng Riyadi 26 Jun, 2013

-
Source: http://financeroll.co.id/news/77725/rabu-siang-rupiah-stabil-di-level-rp-9-935-usd
Read more...
Monday, 1 July 2013

Senin Pagi, Rupiah Melemah di Level Rp 9.955 / USD

0 komentar
Senin Pagi, Rupiah Melemah di Level Rp 9.955 / USDFinanceroll  - Jelang  pengumuman inflasi periode Juni 2013 oleh Badan Pusat Statistik (BPS), nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di Jakarta, Senin pagi (1/70, bergerak melemah sebesar 11 poin menjadi Rp 9.955 dibanding posisi sebelumnya Rp 9.944 per dolar AS.  Meski melemah namun mata uang rupiah masih dalam penjagaan Bank Indonesia (BI).

Data inflasi Juni diperkirakan dapat melebihi satu persen dibandingkan periode Mei yang mencatatkan deflasi 0,03%. Tekanan inflasi bisa cukup tinggi karena sudah mendekati bulan puasa, ditambah ekspektasi inflasi sejak awal Juni mengantisipasi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), dan karena pelemahan rupiah yang menuju level Rp 9.000 per dolar AS sepanjang Juni lalu.

Selain itu,  tekanan inflasi bulan Juni 2013 juga dapat lebih besar dibandingkan tekanan inflasi pada pengalaman kenaikan harga BBM di 23 Maret 2005 sebesar 1,91%. Sentimen dari eksternal, belum adanya kepastian bank sentral AS (The Fed) untuk melanjutkan program stimulus keuangannya masih menjadi salah satu faktor pendorong nilai tukar domestik berada dalam area negatif.  Jika The Fed akan melanjutkan stimulus keuangannya maka diperkirakan rupiah dapat kembali menguat terhadap dolar AS. [geng]
Sugeng Riyadi 01 Jul, 2013

-
Source: http://financeroll.co.id/news/78011/senin-pagi-rupiah-melemah-di-level-rp-9-955-usd
Read more...
Thursday, 4 July 2013

Sentimen Positif Terbatas, Rupiah Diperkirakan Melemah

0 komentar
Sentimen Positif Terbatas, Rupiah Diperkirakan MelemahFinanceroll - Pergerakan  nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan masih berada di zona negatif. Para pelaku pasar merespons rilis naiknya factory orders di AS, dan akan mengalihkan dana mereka ke dolar AS.  Pelaku pasar juga wait and see terhadap rilis data-data ketenagakerjaan yang akan dirilis lebih awal sehari, sebelum libur kemerdekaan AS.
 
Selain itu, laju pelemahan euro pun ikut berimbas pada penurunan rupiah. Pasalnya, sentimen turunnya obligasi Portugis karena mundurnya dua menteri penting, serta naiknya borrowing cost Italia dan Spanyol yang memunculkan spekulasi krisis zona biru semakin parah.

Di sisi lain, menguatnya dolar Australia, karena naiknya neraca perdagangan, masih memberikan sentimen positif dari langkah Reserve Bank of Australia (RBA) yang masih mempertahankan tingkat suku bunganya di level 2,75 persen, dan outlook positif atas ekonomi Australia.  Tetapi, laju pelemahan Rupiah tertahan oleh sentimen menguatnya AUD setelah rilis naiknya neraca perdagangan Australia.

Pada perdagangan kemarin, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) berada di Rp 9.941 per USD, dengan kisaran perdagangan Rp 9.891-Rp 9.991 per USD. Sementara, Bloomberg mencatat rupiah di Rp 9.978 per USD, dengan pergerakan harian di kisaran USD 9.935-USD 10.040 per USD. [geng]
Sugeng Riyadi 04 Jul, 2013

-
Source: http://financeroll.co.id/news/78460/sentimen-positif-terbatas-rupiah-diperkirakan-melemah
Read more...
Thursday, 27 June 2013

Kamis Sore, Rupiah Ditutup Stagnan di Level Rp 9.920 / USD

0 komentar
Kamis Sore, Rupiah Ditutup Stagnan di Level Rp 9.920 / USDFinanceroll - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di pasar spot valas antar bank Jakarta, Kamis (27/6) ditutup stagnan di level  Rp 9.920-9.930.  Kurs nilai tukar rupiah memasuki fase konsolidasi setelah pergerakan dolar AS terhenti dari rally-nya.  Relly dolar AS dipicu oleh pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) beberpa waktu lalu yang memicu ketakutan pasar atas penarikan stimulus oleh The Fed pada tahun ini. 

Namun, spekulasi terhadap bullish dolar AS dan bearish untuk mata uang emerging market, tampak mereda setelah adanya intervensi verbal yang dilakukan oleh beberapa pejabat The Fed.  Karena itu, rupiah ditutup pada level terkuatnya  Rp 9.920 setelah mencapai level terlemhanya  Rp 9.931 dari posisi pembukaan 9.930 per dolar AS. 

Salah satu intervensi verbal datang dari Narayana Kocherlakota, President of the Federal Reserve Bank of Minneapolis yang menyatakan, bahwa penarikan stimulus masih cukup panjang dibandingkan dengan apa yang diekspektasikan para pelaku pasar sejauh ini.  Hari ini, pasar masih mennanti pernyataan dari petinggi The Fed yang lain seperti William Dudley, President of the Federal Reserve Bank of New York dan anggota Dewan Gubernur The Fed, Jerome Powell.  Keduanya sangat penting karena merupakan anggota voter FOMC. 

Dua petinggi The Fed tersebut, diharapkan bisa memberikan kejelasan mengenai ekspektasi arah kebijakan FOMC selanjutnya.  Terlebih, dolar AS juga mendapat tekanan negatif setelah rilis Produk Domestik Bruto (PDB) AS semalam untuk versi final yang turuk jauh di bawah ekspektasi 2,4% menjadi 1,8% untuk kuartal I-2013. Ini juga meredakan bullish dolar AS.  Sebab, buruknya data AS memicu stimulus moneter The Fed masih dibutuhkan sehingga diperpanjang. Efeknya menjadi negatif untuk dolar AS. 

Lalu, dari China terdapat beberapa laporan keuangan emiten yang menunjukkan angka cukup positif.  Kondisi ini sedikit memberi topangan terhadap daya tarik mata uang emerging market termasuk rupiah.  Akhirnya,  dolar AS menguat terhadap mayoritas mata uang utama termasuk terhadap euro. Indeks dolar AS melemah ke 82,90 dari sebelumnya 82,95.  Terhadap euro, dolar AS ditransaksikan melemah ke USD 1,3027 dari sebelumnya USD 1,3006 per euro. [geng]
Sugeng Riyadi 27 Jun, 2013

-
Source: http://financeroll.co.id/news/77848/kamis-sore-rupiah-ditutup-stagnan-di-level-rp-9-920-usd
Read more...
 
NMForex © 2011 Main Blogger & Blogger Template & Blogging Stuff

Partner your sharing, education, business, and financial investment