Advertise

 
Showing posts with label Berita Forex. Show all posts
Showing posts with label Berita Forex. Show all posts
Sunday, 21 July 2013

Rupiah Mengalami Tekanan, Sejumlah Emiten Terdampak

0 komentar
Rupiah Mengalami Tekanan, Sejumlah Emiten Terdampak[NMForex] Financeroll - Sepanjang bulan Juli ini, nilai tukar rupiah terus melemah terhadap dolar AS. Hal itu pun berpengaruh terhadap biaya produksi sejumlah emiten. Kurs rupiah tertekan ke level Rp 10 ribu terhadap dolar AS memang tak sesuai harapan pelaku pasar. Sebelumnya, pelaku pasar memperkirakan Rupiah bergerak di level Rp 9.800 pada 2013. Pelemahan rupiah pun berdampak ke sejumlah emiten.

Tekanan terhadap rupiah berdampak ke emiten yang banyak menggunakan bahan baku impor, selain itu memang ada juga emiten membayar kewajiban dengan dolar. Dampak pelemahan rupiah ini akan berpengaruh atau tidak ke kinerja emiten akan terlihat pada kinerja kuartal ketiga.

Emiten yang memiliki kewajiban dalam bentuk dolar akan terkena dampak pelemahan rupiah. Kecuali emiten tersebut telah melakukan hedging/lindung nilai sehingga tidak terlalu berpengaruh ke emiten. Beberapa emiten pertambangan batubara, migas, dan logam memiliki kewajiban dalam bentuk dolar, serta emiten yang bahan bakunya kebanyakan impor juga akan terkena dampak pelemahan rupiah.

Sementara itu, Direktur PT Kalbe Farma Tbk, Vidjongtius mengatakan, rupiah melemah akan menaikkan biaya produksi.Perseroan akan terus memonitor dulu pergerakan rupiah Lebaran. Mudah-mudahan pergerakan rupiah ini membaik.

Menurut Vidjongtius, meski rupiah melemah ke level 10 ribu terhadap dolar, pihaknya belum merevisi target kinerja keuangan pada 2013. PT Kalbe Farma Tbk menargetkan penjualan naik 18% dari penjualan tahun 2012 sebesar Rp 13,63 triliun. Laba bersih pada tahun 2013 pun diharapkan naik 18% dari tahun 2012 sebesar Rp 1,73 triliun. Berdasarkan kurs tengah BI pada Jumat (19/7), rupiah berada di level 10.070. [geng]
Sugeng Riyadi 21 Jul, 2013

-
Source: http://financeroll.co.id/news/79940/rupiah-mengalami-tekanan-sejumlah-emiten-terdampak
Read more...
Monday, 8 July 2013

Senin Siang, Rupiah Bergerak Melemah di Level Rp 9.945 / USD

0 komentar
Senin Siang, Rupiah Bergerak Melemah di Level Rp 9.945 / USD[NMForex] Financeroll - Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada Senin pagi hingga siang (8/7)  bergerak melemah dipicu kembali meningkatnya harga minyak dunia yang menembus 100 dolar AS per barel.  Kurs  rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat sore lalu, bergerak melemah sebesar lima poin menjadi Rp 9.945 dibanding posisi sebelumnya Rp 9.940 per dolar AS. Selain itu, harga minyak dunia di atas 100 dolar AS per barel akan kembali membuat investor cemas dengan masih negatifnya performa neraca perdagangan Indonesia.  Kinerja rupiah juga masih dibayangi oleh kekhawatiran potensi pengurangan stimulus moneter Federal Reserve pasca membaiknya kondisi sektor tenaga kerja AS. Pasar keuangan Asia berpotensi melemah merespon perbaikan data ketenagakerjaan AS, kondisi itu memberi peluang besar dilakukan pengurangan program pengurangan stimulus keuangan.  Sedangkan rupiah juga berpotensi melemah terhadap dolar AS, namun masih dalam dengan penjagaan Bank Indonesia (BI). Di sisi lain, pelemahan rupiah juga karena tekanan permintaan valuta asing yang besar untuk repatriasi aset seperti pembagian deviden, keuntungan dari pemodal asing, pembayaran utang luar negeri terutama utang swasta, dan keluarnya modal asing dari pasar obligasi dan saham senilai total empat miliar dolar AS.  Cadangan devisa  untuk bulan Juni juga tercatat sebesar 98,1 miliar dolar AS, turun hampir tujuh miliar dolar AS dari posisi bulan Mei sebesar 105,1 miliar dolar AS. [geng]
Rakhman Aries 08 Jul, 2013

-
Source: http://financeroll.co.id/news/78717/senin-siang-rupiah-bergerak-melemah-di-level-rp-9-945-usd
Read more...
Friday, 5 July 2013

Dolar AS Terpantau Menguat, Menjelang Data Nonfarm Payrolls AS

0 komentar
Dolar AS Terpantau Menguat, Menjelang Data Nonfarm Payrolls ASFinanceroll – Pada perdagangan valuta asing di hari Jumat(5/7), dolar AS secara meluas telah menguat terhadap beberapa mata uang utama menjelang dirilisnya data nonfarm payrolls dan tenaga kerja AS hari ini.

Dukungan terhadap dolar AS telah dipicu sejak spekulasi bahwa perancangan ulang pada program pembelian obligasi AS yang bernilai $85 milyar per bulan oleh Federal Reserve AS. Sementara itu, pada data yang akan dirilis malam ini mengenai data nonfarm payrolls AS, merupakan petunjuk lebih lanjut atas kelanjutan perancangan ulang kebijakan moneter oleh Federal Reserve AS.

Selama berlangsungnya perdagangan di sesi Eropa hari ini, pasangan EUR/USD melemah 0.31% di level 1.2873, dilanjutkan dengan GBP/USD melemah 0.60%, USD/JPY meguat 0.06% di level 99.97, dan USD/CHF menguat 0.25% di level 0.9591.

Sedangkan greenback lanjut menguat terhadap mitra dolarnya, dengan pasanganUSD/CAD menguat 0.27% di level 1.0543, AUD/USD menguat 0.20% di level 0.9162, dan NZD/USD melemah 0.04% di level 0.7829.

Sementara itu, pada indeks dolar, dimana pada indeks tersebut memperlihatkan performa greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama, telah menguat 0.39% di level 84.28.
Read more...

Jumat Sore, Rupiah Ditutup Stagnan di Level Rp 9.945 / USD

0 komentar
Jumat, Sore Rupiah Ditutup Stagnan di Level Rp 9.945 / USDFinanceroll – Otoritas Bank Indonesia (BI) mencatat pergerakan rupiah stagnan di level Rp 9.945 sama. Kurs transaksi BI mencatat harga jual rupiah berada dikisaran Rp 9.995 sementara harga beli rupiah dikisaran Rp 9.895.

Sebagian besar mata uang Asia menguat termasuk mata uang nasional.  Kurs rupiah ditutup di Rp 9.943 per USD (kurs tengah Bloomberg) sedangkan yen melemah kembali ke 100,25 yen per USD.  Penguatan juga terjadi pada sebagian besar bursa Asia, termasuk bursa Indonesia naik tipis ke 4.602,81 (0,46 persen). Bursa utama AS dan Eropa juga menguat.

Di sisi lain, pasar Asia kemungkinan naik pada hari ini mengikuti penguatan bursa global dan didukung dengan indeks futurenya yang positif.  Sedangkan  rupiah berpotensi menguat menuju kisaran antara Rp 9.920-Rp 9.940 per USD dengan penjagaan BI. [geng]
Tryas Aditya 04 Jul, 2013

-
Source: http://financeroll.co.id/news/78620/jumat-sore-rupiah-ditutup-stagnan-di-level-rp-9-945-usd
Read more...
Thursday, 4 July 2013

Sentimen Positif Terbatas, Rupiah Diperkirakan Melemah

0 komentar
Sentimen Positif Terbatas, Rupiah Diperkirakan MelemahFinanceroll - Pergerakan  nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan masih berada di zona negatif. Para pelaku pasar merespons rilis naiknya factory orders di AS, dan akan mengalihkan dana mereka ke dolar AS.  Pelaku pasar juga wait and see terhadap rilis data-data ketenagakerjaan yang akan dirilis lebih awal sehari, sebelum libur kemerdekaan AS.
 
Selain itu, laju pelemahan euro pun ikut berimbas pada penurunan rupiah. Pasalnya, sentimen turunnya obligasi Portugis karena mundurnya dua menteri penting, serta naiknya borrowing cost Italia dan Spanyol yang memunculkan spekulasi krisis zona biru semakin parah.

Di sisi lain, menguatnya dolar Australia, karena naiknya neraca perdagangan, masih memberikan sentimen positif dari langkah Reserve Bank of Australia (RBA) yang masih mempertahankan tingkat suku bunganya di level 2,75 persen, dan outlook positif atas ekonomi Australia.  Tetapi, laju pelemahan Rupiah tertahan oleh sentimen menguatnya AUD setelah rilis naiknya neraca perdagangan Australia.

Pada perdagangan kemarin, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) berada di Rp 9.941 per USD, dengan kisaran perdagangan Rp 9.891-Rp 9.991 per USD. Sementara, Bloomberg mencatat rupiah di Rp 9.978 per USD, dengan pergerakan harian di kisaran USD 9.935-USD 10.040 per USD. [geng]
Sugeng Riyadi 04 Jul, 2013

-
Source: http://financeroll.co.id/news/78460/sentimen-positif-terbatas-rupiah-diperkirakan-melemah
Read more...
Wednesday, 3 July 2013

Dolar AS menguat, harapan NFP mengkonfirmasi lajur ekonomi AS

0 komentar
Dolar AS menguat, harapan NFP mengkonfirmasi lajur ekonomi AS Financeroll – Dolar AS menguat dalam perdagangan Selasa (02/07) atas mata uang besar lainnya, mendorong kembali Dolar AS diatas 100 Yen untuk pertama kalinya sejak Juni kemarin. Para pialang merasa percaya diri atas asumsi bahwa The Fed akan memperlunak kebijakan stimulusnya dan Bank of Japan akan menjaga kebijakan moneternya saat ini pula.

Pekan ini akan menjadi minggu yang krusial bagi pasar uang dimana berbagai kalender ekonomi akan menyajikan data-data fundamental yang memiliki dampak besar bagi pergerakan harga di pasar uang. Para investor sebagian menahan diri untuk melakukan pembelian Dolar AS sambil menunggu data ekonomi utama di hari Jumat besok, mengenai angka lapangan kerja AS. Penurunan yang terjadi dalam angka pengangguran akan mengkonfirmasi bahwa perekonomian AS berjalan dalam jalurnya sehingga potensi bagi kemungkinan The Fed melunakkan kebijakan stimulusnya akan semakin besar di bulan September ini.

Dalam perdagangan USDJPY, berakhir di ¥100.66 , dimana Dolar AS kembali meringsek diatas ¥100 untuk pertama kalinya sejak 5 Juni silam dari sebelumnya di ¥99.64. Kenaikan ini dipicu data ekonomi AS yang menyatakan data order manufaktur mengalami kenaikan lebih besar dari perkiraan, yaitu sebesar 2.1% untuk bulan Mei.

Sementara dalam perdagangan EURUSD, Euro terkoreksi dibawah $1.30 menjelang pertemuan European Central Bank. ECB diperkirakan akan tetap menjaga suku bunganya, dimana Presiden ECB Mario Draghi diperkirakan akan memberikan pernyataan yang bersifat lunak untuk mengantisipasi The Fed akan melakukan gerakan yang membuat kebijakan stimulusnya melambat, sehingga mendorong kenaikan imbal hasil Obligasi. Para pialang di Eropa juga mencermati perkembangan Obligasi Portugis, dimana imbal Obligasinya juga menguat tajam sehari setelag menteri keuangan menyatakan mengundurkan diri. EURUSD diperdagangkan di $1.2974 turun dari $1.3064.

Pada perdagangan lainnya, GBPUSD diperdagangkan di $1.5150, turun dari $1.5206. Indek Dolar AS naik ke 83.561 dari sebelumnya di 82.998. Perdagangan diperkirakan akan sedikit menyempit kisarannya dengan sikap menunggu investor menjelang data Non Farm Payroll. Data ADP yang terbit hari ini diperkirakan mencerminkan data NFP yang akan terbit Jumat. Pada hari Kamis, pasar tutup memperingati hari Kemerdekaan AS.

Aussie jatuh oleh berbagai pernyataan dari RBA. Aussie mengalami koreksi tajam dalam perdagangan di hari Selasa menyusul berbagai pernyataan yang berasal dari Bank Sentral Australia, Royal Bank of Australia. Keputusan mereka untuk tetap mempertahankan suku bunga saat ini membuka peluang bagi Aussie utuk tetap melemah. Pada perdagangan AUDUSD diperdagangkan di 91.43 Sen AS turun dari 92.31 Sen AS. Keputusan ini masih sesuai dengan ekspektasi pasar.

Menurut Gubernur Bank Sentral AS, Glenn Stevens, bahwa Aussie sangat tinggi levelnya, meski sejak April telah terkoreksi 10%. Stevens menegaskan kemungkinan nilai tukar akan semakin terdepresiasi dalam beberapa waktu kedepannya, yang akan menyeimbangkan pertumbuhan ekonominya. Bank Sentral Australia dalam 18 bulan ini telah memangkas suku bunganya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, harapan utama adalah terjadi peningkatan investasi di sector pertambangan dalam tahun ini atau tahun yang akan depan. Dalam pandangan Stevens, proyeksi inflasi memberikan kemungkinan kebijakan yang lebih lunak dimasa yang akan datang. Paska pemangkasan suku bunga di bulan Mei, Aussie anjlok atas Dolar AS hingga 12% di kuartal kedua ini, penurunan terburuknya dalam satu kuartal sejak kuartal ketiga di 2008.(Follow @hqeem)
Hendi Suhendi 03 Jul, 2013

-
Source: http://financeroll.co.id/news/78292/dolar-as-menguat-harapan-nfp-mengkonfirmasi-lajur-ekonomi-as
Read more...

Krisis Likuiditas China Mereda, Rupiah Diperkirakan Melemah Terbatas

0 komentar
Krisis Likuiditas China Mereda, Rupiah Diperkirakan Melemah TerbatasFinanceroll - Pergerakan nilai rupiah terhadap dolar AS di pasar spot valas antar bank Jakarta, Rabu (3/7) diprediksi melemah. Meski demikian  akan terbatas seiring redanya krisis likuiditas China.  Pascakonsolidasi, harapan rebound rupiah tidak terjadi. Ini menunjukkan, pasar mengantisipasi masih ada potensi penguatan dolar AS jelang rilis data non-farm payrolls dan tingkat pengangguran AS Jumat pekan ini.

Data tersebut akan memperkuat argumen The Fed untuk tetap menarik stimulusnya.  Karena itu, rupiah cenderung melemah terbatas dalam kisaran  Rp 9.925 hingga Rp 9.960 per dolar AS.  Pasar tidak lagi melihat data non-farm payroll AS tapi lebih fokus pada tingkat penganggurannya yang sudah diprediksi kembali menurun ke 7,5% dari publikasi sebelumnya 7,6%.  Meskipun non-farm payroll AS sudah diprediksi turun ke 162 ribu dari angka sebelumnya 175 ribu.

Terlebih,  melalui penjelasan The Fed sendiri, bank sentral akan menggunakan acuan angka pengangguran untuk menarik stimulus moneternya ataupun tidak.  Fed manaikkan angka tingkat pengangguran sebagai syarat penarikan stimulsu menjadi 7% dari target sebelumnya 6,5%.  The Fed menjadi lebih toleran terhadap angka pengangguran yang lebih tinggi untuk mengurangi stimulus sehingga turut menjaga penguatan dolar AS. Tapi, target inflasi masih dipertahankan di level 2-2,5% sebagai patokan penarikan stimulus. Inflasi AS saat ini masih 1,4%.

Atas dasar itu, rupiah kemungkinan berada dalam tekanan negatif hingga Jumat.  Tapi, pelemahan kemungkinan akan tertahan. Sebab, kemarin situasi krisis likuiditas di China juga semakin mereda setelah People's Bank of China menyuntik dana tambahan pada sistem perbankannya senilai 36 miliar yuan atau sekitar USD 5,9 miliar melalui berbagai repo sekuritas.

Aksi PBoC itu,  kemudian memicu penurunan suku bunga antar bank di China yang sebelumnya sempat liar ke level 14%, pada 20 Juni 2013.  Kemarin, suku bunga overnaight turun ke 3,79%, sedangkan untuk tenor 14 hari turun hampir 100 basis poin ke 5,09%.

Sementara itu,  untuk tenor tujuh hari turun ke 4,76% terendah sejak 20 Juni itu.  Ini yang membatasi pelemahan rupiah seiring optimisme berakhirnya krisis likuiditas di China. Ketakutan tinggal masalah penarikan stimulus The Fed.  Sebagai informasi, kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot valas antar bank Jakarta, Selasa (2/7) ditutup melemah 12 poin (0,120%) ke posisi  Rp 9.932-9.939. [geng]
Sugeng Riyadi 03 Jul, 2013

-
Source: http://financeroll.co.id/news/78289/krisis-likuiditas-china-mereda-rupiah-diperkirakan-melemah-terbatas
Read more...
Tuesday, 2 July 2013

Poundsterling Terpantau Melemah Terhadap Dolar, Namun Stabil Terhadap Euro

0 komentar
Poundsterling Terpantau Melemah Terhadap Dolar, Namun Stabil Terhadap EuroFinanceroll - Pada perdagangan valuta asing di hari Selasa(2/7), poundsterling telah melemah ke level rendah 1 bulan terhadap dolar AS ketika para investor tetap berhati-hati menjelang pertemuan Bank Sentral Eropa pada hari Kamis besok dan dirilisnya data resmi nonfarm payrolls AS pada hari Jumat.

Dolar AS tetap mendapat dukungan setelah dirilisnya data bisnis manufaktur AS yang kuat sehingga mendorong optimisme atas prospek ekonomi AS ke depannya. Berdasarkan laporan tersebut, ISM manufaktur PMI AS naik menjadi 50.9 pada bulan Juni 2013 ini.

Sedangkan berdasarkan laporan yang dirilis oleh Markit/CIPS hari ini, data tersebut menunjukkan bahwa konstruksi Inggris telah naik menjadi 51.0 di bulan Juni, namun hasil tersebut masih di bawah perkiraan pasar dengan kenaikan sebesar 51.1.

Selama berlangsungnya perdagangan di sesi Eropa hari ini, pasangan GBP/USD sentuh level 1.5137 yang kemudian dikonsolidasikan melemah 0.45% di level 1.5136. Pasangan mata uang tersebut cenderung menemukan level support di level 1.5085 dan level resistance di level 1.5236. Sementara itu, poundsterling terpantau stabil terhadap euro, dengan pasangan EUR/GBP sedikit menguat 0.02% di level 0.8584.
Aditya Arief 02 Jul, 2013

-
Source: http://financeroll.co.id/news/78250/poundsterling-terpantau-melemah-terhadap-dolar-namun-stabil-terhadap-euro
Read more...

Euro Terpantau Melemah Terhadap Dolar AS dan Yen

0 komentar
Euro Terpantau Melemah Terhadap Dolar AS dan YenFinanceroll - Pada perdagangan valuta asing di hari Selasa(2/7), euro telah melemah ke posisi rendah terhadap dolar AS, ketika para investor tetap berhati-hati menjelang pertemuan Bank Sentral Eropa pada hari Kamis besok dan dirilisnya data resmi nonfarm payrolls AS pada hari Jumat.

Pada mata uang tunggal kembali mendapat tekanan setelah Perdana Mentri Portugal, Vitor Gaspar mengundurkan diri pada hari Senin malam kemarin, setelah angkar terbaru menunjukkan bahwa terjadinya defisit yang meluas pada anggaran negara di kuartal pertama tahun 2013. Sedangkan untuk imbal hasil program pembelian obligasi Portugal dalam 10 tahun telah naik menjadi 6.51% pada hari Selasa, dari 6.4% di hari Senin.

Selama berlangsungnya perdagangan di sesi Eropa hari ini, pasangan EUR/USD sentuh level 1.3018 yang kemudian dikonsolidasikan melemah 0.31% di level 1.3021. Pasangan mata uang tersebut cenderung menemukan level support di level 1.2990 dan level resistance di level 1.3077. Sementara itu, euro hanya alami sedikit penguatan terhadap poundsterling dan melemah terhadap yen, dengan pasangan EUR/GBP menguat 0.02% di level 0.8584 dan EUR/JPY melemah 0.11% di level 130.01.
Aditya Arief 02 Jul, 2013

-
Source: http://financeroll.co.id/news/78248/euro-terpantau-melemah-terhadap-dolar-as-dan-yen
Read more...

Selasa Sore, Rupiah Bergerak Menguat ke Level Rp 9.918 / USD

0 komentar
Selasa Sore, Rupiah Bergerak Menguat ke Level Rp 9.918 / USDFinanceroll - Seiring harapan pelaku pasar terhadap perbaikan neraca perdagangan Indonesia (NPI) pasca kenaikan harga BBM, nilai tukar  uang rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa sore (2/7) bergerak menguat 22 poin menjadi Rp 9.918 dibanding posisi sebelumnya Rp 9.940 per dolar AS.

Meskipun  Indonesia masih mencatatkan defisit neraca perdagangan untuk bulan Mei 2013, kenaikan harga BBM bersubsidi diharapkan dapat membantu memperbaiki neraca perdagangan Indonesia ke depannya.  Dari sisi fundamental, meningkatnya inflasi Indonesia telah memberikan harapan bahwa Bank Indonesia akan mempertahankan sikap  hawkish sehingga memungkinkan dapat menjadi sentimen positif bagi rupiah.

Meski demikian,  kekhawatiran atas potensi pengurangan stimulus moneter Bank Sentral AS atau The Federal Reserve dalam waktu dekat dan perlambatan ekonomi China masih akan membayangi kinerja rupiah terhadap dolar AS.  Di lain pihak, pergerakan rupiah masih terkendali seiring Bank Indonesia (BI)  tetap berkomitmen menjaga stabilitas mata uang domestik.

Ruang penguatan rupiah lebih lanjut masih terbuka seiring dengan investor yang melihat sentimen lainnya, seperti ekonomi Indonesia yang masih dapat tumbuh positif.  Di tengah kondisi global yang bergejolak, Indonesia masih memiliki pertumbuhan ekonomi.   Sebaliknya pada kurs tengah BI,   rupiah bergerak melemah menjadi Rp 9.940 dibanding sebelumnya (1/7) di posisi Rp 9.934 per dolar AS. [geng]
Sugeng Riyadi 02 Jul, 2013

-
Source: http://financeroll.co.id/news/78225/selasa-sore-rupiah-bergerak-menguat-ke-level-rp-9-918-usd
Read more...

Selama Perdagangan di Sesi Eropa, Dolar AS Terpantau Menguat

0 komentar
Selama Perdagangan di Sesi Eropa, Dolar AS Terpantau MenguatFinanceroll - Pada perdagangan valuta asing di hari Selasa(2/7), dolar AS terpantau menguat terhadap beberapa mata uang utama dunia ketika spekulasi bahwa The Fed akan memangkas dan merancang ulang program pembelian obligasinya.

Dolar AS tetap mendapat dukungan setelah dirilisnya data ISM manufaktur AS kemarin, yang menunjukkan bisnis manufaktur AS telah naik menjadi 50.9 pada bulan Juni, yang mana hal tersebut merupakan sebuah indikasi bahwa semakin kuatnya pertumbuhan ekonomi di AS. Sedangkan spekulasi bahwa The Fed akan melakukan pemangkasan dan merancang ulang kembali program pembelian obligasinya sebesar $85 milyar per bulan pada akhir tahun 2013 ini, apabila pertumbuhan ekonomi sesuai dengan harapan dari Bank Sentral AS.

Selama berlangsungnya perdagangan di sesi Eropa hari ini, pasangan EUR/USD melemah 0.27% di level 1.3026, USD/JPY menguat 0.11% di level 99.76, GBP/USD melemah 0.10% di level 1.5200, USD/CHF menguat 0.24% di level 0.9474. Sedangkan dolar AS juga menguat terhadap mitra dolarnya, dengan pasangan AUD/USD melemah 0.45% di level 0.9193, NZD/USD melemah 0.36% di level 0.7791, dan USD/CAD menguat 0.10% di level 1.0506.

Pada indeks dolar, yang memperlihatkan performa greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama, telah menguat 0.23% di level 83.38.
Aditya Arief 02 Jul, 2013

-
Source: http://financeroll.co.id/news/78231/selama-perdagangan-di-sesi-eropa-dolar-as-terpantau-menguat
Read more...

Selasa Siang, Rupiah Bergerak Melemah di Level Rp 9.955 / USD

0 komentar
Selasa Siang, Rupiah Bergerak Melemah di Level Rp 9.955 / USDFinanceroll - Merespon data neraca perdagangan Indonesia periode Mei 2013 yang masih defisit, nilai tukar mata uang rupiah yang ditransaksikan antar bank di Jakarta,  pada Selasa pagi hingga siang (2/7) bergerak melemah sebesar 15 poin menjadi Rp 9.955 dibanding posisi sebelumnya Rp 9.940 per dolar AS. 

Pergerakan kurs  rupiah gagal bertahan di area positif setelah data neraca perdagangan yang masih mencatatkan defisit. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat defisit neraca perdagangan sebesar USD 590,4 juta pada Mei 2013.

Inflasi Juni sebesar 1,03% masih lebih baik dibanding 2008 lalu yang sebesar 2,46% saat dinaikkannya juga harga bahan bakar minyak (BBM). Secara historis inflasi di bulan Juni bergerak tinggi, namun inflasi pada Juni 2013 masih dinilai stabil.

Kurs  rupiah masih memiliki ruang penguatan terhadap dolar AS.  Investor akan melihat sentimen lainnya, yakni salah satunya ekonomi Indonesia masih dapat tumbuh positif di tengah kondisi global yang bergejolak.  Kenaikan BBM juga belum terlalu signifikan dampaknya pada inflasi, perlu diwaspadai yakni sentimen dari eksternal. [geng]
Sugeng Riyadi 02 Jul, 2013

-
Source: http://financeroll.co.id/news/78198/selasa-siang-rupiah-bergerak-melemah-di-level-rp-9-955-usd
Read more...

RBA Mengunci Suku Bunga Di Level terendah Setelah Dolar Aussie Melemah

0 komentar
RBA Mengunci Suku Bunga Di Level terendah Setelah Dolar Aussie MelemahFinanceroll – Bank sentral Australia turun pada hari Selasa (2/7) dan melepaskan suku bunga terendahnya tadi malam di level 2,75% karena adanya kenaikan di perumahan dan penurunan mata uang yang memudahkan untuk menekan pada eksportir.

Penurunan suku bunga sejak akhir 2011 telah mendorong pasar properti,sementara penurunan 12% dalam dolar Aussie pada kuartal akhir membantu mengangkat sentimen manufaktur. Para pembuat kebijakan berusaha untuk menggeser arah pertumbuhan seperti industri konstruksi untuk memacu mempekerjakan sebagai investasi pertambangan berkurang.

RBA tidak terduga memotong suku bunga ke level terendah sehingga membuat Aussie turun hampir 10% dan seluruh dunia menderita di kuartal akhir. Kemerosotan mencerminkan pertumbuhan di Cina dan Ben Bernanke menyatakan, Bank Sentral bisa kembali dengan skala stimulus yang berkelanjutan.

Sementara, tingkat pengangguran Australia secara tak terduga turun di level5,5% dari revisi 5,6%, menurut data pemerintah menunjukkan dan kepercayaan konsumen melonjak 4,7% bulan lalu sebagai optimis melebihi pesimis dalam survei swasta.Cina merupakan memegang peranan besar dalam perekonomian nasional Australia karena butuh penyesuaian sebagai bangsa untuk hidup dimasa depan kecuali bangsa itu harus bertindak sendiri dengan merespon kebijakan yang tepat. -David-
Tryas Aditya 02 Jul, 2013

-
Source: http://financeroll.co.id/news/78187/rba-mengunci-suku-bunga-di-level-terendah-setelah-dolar-aussie-melemah
Read more...

Sentimen Positif Eksternal Merebak, Rupiah Diperkirakan Menguat

0 komentar
Sentimen Positif Eksternal Merebak, Rupiah Diperkirakan MenguatFinanceroll - Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di pasar spot valas antar bank Jakarta, Selasa (2/7) diprediksi menguat. Positifnya data-data ekonomi Jepang dan Eropa jadi katalisnya.  Peluang penguatan nilai tukar rupiah Selasa ini salah satunya didukung oleh faktor teknikal. Secara teknikal, dolar AS terhadap rupiah memasuki fase pergerakan yang overbought (jenuh beli).

Karena itu, dibutuhkan technical rebound bagi rupiah untuk mengurangi tekanan jenuh beli atas dolar AS. Nilai  rupiah berpeluang menguat dalam kisaran Rp 9.870 hingga Rp 9.950 per dolar AS. Penguatan rupiah juga mendapat dukungan dari positifnya data-data yang dirilis di Jepang dan Eropa.  Keduanya kompak menunjukkan adanya perbaikan data-data ekonomi untuk dua kawasan tersebut.

Antara lain, Indek Manufaktur Jepang yang dirilis naik ke level 4 dari bulan sebelumnya -8. Sementara itu, indeks non-manufaktur naik ke 12 dari sebelumnya 6. Sementara itu, dari Eropa, indeks manufaktur Spanyol naik melampaui estimasi ke 50,0. Begitu juga dengan indeks manufaktur Inggris ke 52,5.

Angka pengangguran Eropa juga lebih baik menjadi 12,1% dari publikasi sebelumnya 12,3%.  Untuk indeks manufaktur Eropa secara keseluruhan memang belum banyak mengalami perubahan, tapi ada sedikit perbaikan seperti di Spanyol, Italia dan Inggris.

Semua itu akan memberikan harapan atas membaiknya permintaan ekspor terutama setelah didapat pertumbuhan ekspor Indonesia kemarin yang ternyata membaik dibandingkan estimasi. Melihat data terbaru yang dirilis di Jepang dan zona euro memberikan outlook yang lebih positif.

Hanya saja, pasar akan menunggu konfirmasi data Jepang dan Eropa dari rilis data-data ekonomi AS terutama pasar tenaga kerja dan data-data China.  Pertengahan pekan ini, China akan merilis data sektor non-manufaktur PMI.  Sebagai informasi, kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot valas antar bank Jakarta, Senin (1/7) ditutup bergeming di Rp 9.920-9.935. [geng]
Sugeng Riyadi 02 Jul, 2013

-
Source: http://financeroll.co.id/news/78143/sentimen-positif-eksternal-merebak-rupiah-diperkirakan-menguat
Read more...
Monday, 1 July 2013

Dolar AS Alami Beragam Pergerakkan Terhadap Beberapa Mata Uang Utama

0 komentar
Dolar AS Alami Beragam Pergerakkan Terhadap Beberapa Mata Uang UtamaFinanceroll - Pada perdagangan valuta asing(1/7), dolar AS alami beragam pergerakkan terhadap beberapa mata uang utama, ditengah spekulasi bahwa Federal Reserve akan memulai untuk memangkas program pembelian obligasinya.

Spekulasi atas perancangan program pembelian obligasi sebesar $85 milyar per bulan oleh Federal Reserve AS terus melanjutkan dukungan untuk dolar. Sedangkan para investor juga tengah menunggu hasil data nonfarm payrolls AS pada hari Jumat besok.

Selama berlangsungnya perdagangan di sesi Eropa hari ini, pasangan USD/JPY menguat 0.39% di level 99.52, GBP/USD menguat 0.15% di level 1.5230, EUR/USD menguat 0.28% di level 0.9454, dan USD/CHF menguat 0.06% di level 0.9454.

Sementara itu, greenback telah melemah terhadap mitra dolarnya, dengan pasangan AUD/USD menguat 0.51% di level 0.9185, NZD/USD menguat 0.43% di level 0.7774, dan USD/CAD melemah 0.06% di level 1.0511. Pada indeks dolar, yang mana memperlihatkan performa greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama, melemah 0.16% di level 83.29.
Sugeng Riyadi 01 Jul, 2013

-
Source: http://financeroll.co.id/news/78083/dolar-as-alami-beragam-pergerakkan-terhadap-beberapa-mata-uang-utama
Read more...

Swiss Franc tidak berubah terhadap Dolar A.S

0 komentar
Swiss Franc tidak berubah terhadap Dolar A.SDolar A.S hampir tidak mengalami perubahan terhadap Swiss franc pada hari Senin, setelah dirilisnya  data positif Swiss, disusul dengan kekhawatiran dari masa depan program pembelian obligasi Federal Reserve's A.S yang medukung mata uang dolar.

Data menujukan bahwa SVME PMI Swiss turun menjadi 51.9 di bulan juni, dari 52.2 di bulan Mei,yang mana perkiraan ekonom terhadap indeks PMI Swiss akan turun menjadi 51.8. Sementara itu dolar tetap mendapat dukungan oleh harapan bahwa The Fed akan merancang kembali program pembelian obligasi sebesar $85 milyar per bulan.

Selama berlangsungnya perdagangan di sesi Eropa hari ini,pasangan USD/CHF menyentuh level 0.9460 yang kemudian di konsolidasikan menguat 0.04% di level 0.9451. Pasangan mata uang tersebut cenderung menemukan level suport di level 0.9412 dan level resistance di level 0.9494. Sedangkan untuk Swiss franc melemah terhadap Euro,dengan pasangan EUR/CHF menguat 0.37% di level 1.2337.
Tryas Aditya 01 Jul, 2013

-
Source: http://financeroll.co.id/news/78074/swiss-franc-tidak-berubah-terhadap-dolar-a-s
Read more...

Poundsterling Menguat Terhadap Dolar AS Paska Data PMI Inggris

0 komentar
Poundsterling Menguat Terhadap Dolar AS Paska Data PMI InggrisFinanceroll - Pada perdagangan valuta asing hari Senin(1/7), poundsterling menguat terhadap dolar AS setelah dirilisnya data manufaktur Inggris yang menunjukkan ekpansi dengan laju pertumbuhan yang cepat lebih dari 2 tahun pada bulan Juni 2013.

Markit melaporkan bahwa Manufaktur PMI Inggris naik menjadi 52.5 pada bulan Juni, naik dari 51.5 pada bulan Mei 2013, yang mana hasil pada bulan Juni telah melampaui perkiraan ekonom dengan hasil 51.5.

Selama berlangsungnya perdagangan di sesi Eropa hari ini, pasangan GBP/USD sentuh level 1.5246 yang kemudian dikonsolidasikan menguat 0.20% di level 1.5237. Pasangan mata uang tersebut cenderung menemukan level support di level 1.5182 dan level resistance di level 1.5345. Sedangkan poundsterling terhadap euro hampir tidak alami perubahan, dengan pasangan EUR/GBP sedikit melemah 0.01% di level 0.8554.
Aditya Arief 01 Jul, 2013

-
Source: http://financeroll.co.id/news/78061/poundsterling-menguat-terhadap-dolar-as-paska-data-pmi-inggris
Read more...

Euro Terpantau Menguat

0 komentar
Euro Terpantau MenguatFinanceroll - Pada perdagangan valuta asing hari Senin(1/7), euro telah menguat terhadap dolar AS. Menguatnya euro masih dibatasi ditengah perkiraan bahwa Federal Reserve akan memulai perancangan ulang pada program pembelian obligasinya.

Permintaan dolar tetap dilanjutkan ketika Federal  Reserve akan memulai merancang ulang program pembelian obligasinya sebesar $85 milyar per bulan. Sedangkan para investor tengah menunggu hasil data nonfarm payroll AS pada Jumat mendatang.

Menjelang perdagangan di sesi Eropa hari ini, pasangan EUR/USD sentuh level 1.3034 yang kemudian dikonsolidasikan menguat 0.16% di level 1.3030. Pasangan mata uang tersebut cenderung menemukan level support di level 1.2983 dan level resistance di level 1.3086. Sedangkan euro juga lanjutkan penguatan terhadap poundsterling dan yen, dengan pasangan EUR/GBP menguat 0.05% di level 0.8558 dan EUR/JPY menguat 0.45% di level 129.57.
Aditya Arief 01 Jul, 2013

-
Source: http://financeroll.co.id/news/78046/euro-terpantau-menguat
Read more...

Yen Melemah Pasca Tankan Survey

0 komentar
Yen Melemah Pasca Tankan SurveyFinanceroll-Mata uang yen melemah terhadap 16 mitra dagang utama  setelah kebijakan pemerintah Jepang untuk melemahkan mata uangnya sehingga keyakinan aktivitas pabrikaqn yang meningkat untuk pertama kalinya sejak September 2011.

Mata uang Jepang  menurun 0.2% menjadi 99,42 per dolarnya pada pukul 13:36 lalu di Tokyo. Oil menurun di hari ke 2 dan emas meningkat setelah kuartal terburuk setidaknya sejak tahun 1920. MSCI Asia Pacific Index meningkat 0.3% setelah menolak kurang lebih 0.5%. Standard & Poor's 500 index(SPX) menurun 0,1% setelah mengukur kehilangan 1.5% pada bulan juni lalu

The Bank of Japan's Tankan report signaled the nation's manufacturers turned optimistic for the first time since September 2011, showing confidence in Prime Minister Shinzo Abe's reflationary policies

Laporan dari survey Tankan Bank of Japan, bahwa aktivitas pabrikan nasional berbalik optimis untuk pertama kalinya sejak September 2011, menambahkan keyakinan atas refleksi kebijakan PM Shinzo Abe. (blmbg)
Tryas Aditya 01 Jul, 2013

-
Source: http://financeroll.co.id/news/78041/yen-melemah-pasca-tankan-survey
Read more...

Aussie Naik, Terhebat Sejak September 2010

0 komentar
Aussie Naik, Terhebat Sejak September 2010Financeroll – Dolar Australia melonjak naik dari angka terendah sejak September 2010 pada hari Senin (1/7), ditengah spekulasi penurunan terbesar hampir lima tahun dimana RBA akan menahan diri dari pemotongan suku bunga.

Indeks manufaktur Australia naik menjadi 49,6 bulan lalu dari 43,8 pada bulan Mei, kelompok Industri Australia mengatakan dalam sebuah survei yang dirilis hari ini. Investor menimbang prospek kebijakan lokal dan dalam permintaan AS untuk Aussie di tengah perekonomian Cina melambat dan spekulasi The Fed akan mengurangi stimulus, sementara dolar Selandia Baru naik 0,5% menjadi 77,74 sen AS dari 28 Juni, ketika mengakhiri 7,6% pada penurunan kuartalan lalu. Ini naik 0,6% menjadi ¥77,17.

Penurunan Aussie akan memberikan beberapa stimulus ke dalam perekonomian itu sendiri. Dolar Australia naik 0,5% menjadi 91,84 sen AS di Sydney, setelah menyentuh 91,10 sen AS, terendah sejak September 2010. Aussie naik 0,6% menjadi ¥ 91,18, Ini sedikit berubah pada NZ $1,1816 dari 28 Juni setelah jatuh ke NZ $1,1753 pada 20 Juni, terlemah sejak Januari 2009. Hasil pada obligasi 10-tahun pemerintah Australia naik enam basis poin menjadi 3,82%.

Indeks Aussie dalam 14 hari akan lebih kuat relatif dibandingkan setelah greenback jatuh dalam pekan lalu. Indeks Pembelian Manajer resmi '(CPMINDX) manufaktur China turun menjadi 50,1 pada Juni dari 50,8 pada bulan sebelumnya.

Fed Ben S. Bernanke menyatakan pada 19 Juni bank sentral AS akan melakukan pelonggaran dalm pembelian obligasi bulannya sebesar $85 Milyar dan akan mengakhirinya pada pertengahan 2014 jika perbaikan ekonomi terus berlanjut. -David-
Sugeng Riyadi 01 Jul, 2013

-
Source: http://financeroll.co.id/news/78022/aussie-naik-terhebat-sejak-september-2010
Read more...
 
NMForex © 2011 Main Blogger & Blogger Template & Blogging Stuff

Partner your sharing, education, business, and financial investment