Advertise

 
Showing posts sorted by date for query euro. Sort by relevance Show all posts
Showing posts sorted by date for query euro. Sort by relevance Show all posts
Saturday, 20 July 2013

Pasca Testimoni Gubernur The Fed, Pasar Domestik Masih Melambat

0 komentar
Pasca Testimoni Gubernur The Fed, Pasar Domestik Masih Melambat[NMForex] Financeroll - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih bertahan di teritori positif tapi rupiah terus melemah. Pasar melihat membaiknya ekonomi AS kontras dengan kondisi perekonomian Indonesia. Pelemahan rupiah akhir pekan ini terutama dipicu oleh akselerasi pertumbuhan ekonomi AS. Akibatnya, dolar AS masih kuat sehingga jadi tekanan negatif bagi rupiah.

Kondisi itu, terjadi setelah testimoni Gubernur The Fed Ben Bernanke kemarin. Karena itu, sepanjang perdagangan, rupiah mencapai level terlemahnya Rp 10.100 setelah mencapai level terkuatnya Rp 10.060 dari posisi pembukaan di level terkuatnya itu terhadap dolar AS.

Kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot valas antar bank Jakarta, Jumat (19/7) ditutup melemah 15 poin (0,l4%) ke Rp 10.070-10.085 dari posisi kemarin Rp 10.055-10.065. Testimoni Bernanke, disertai dengan rilis data ekonomi AS yang menunjukkan akselerasi pertumbuhan ekonomi yang melampaui atau kontras dengan kondisi fundamental ekonomi Indonesia. Semalam dirilis data unemployment claims AS yang sangat positif di 334 ribu dari sebelumnya 358 ribu dan prediksi 344 ribu. Ini menunjukkan percepatan pertumbuhan pada pasar tenaga kerja AS.

Selain itu, indeks manufaktur AS kawasan Philadelpia juga mengindikasikan perbaikan. Angkanya naik ke 19,8 melampaui estimasi 8,5 dari publikasi sebelumnya 12,5. Dua data tersebut mengindikasikan kesehatan ekonomi AS yang semakin positif. Bernanke mempertegas keinginannya untuk mengundur pengurangan stimulus. Tapi, meski stimulus dikurangi, tingkat suku bunga nol (0%) masih tetap diperpanjang hingga 2015. Pasar tetap saja menginterpretasikannya sebagai awal pengetatan moneter AS yang diantisipasi lebih awal.

The Fed sendiri, untuk pengurangan stimulus, menggunakan indikator inflasi dan tingkat pengangguran. The Fed menargetkan inflasi 2% dan tenaga kerja mendekati 6,5% hingga 5%. Pengurangan stimulus The Fed sebenarnya masih tergantung data ekonomi. Pasar tetap menginterpretasi bahwa laju ekonomi AS akan cepat pulih dan The Fed akan memulai siklus pengetatan moneternya cepat atau lambat. Akibatnya, secara keseluruhan jadi net positive untuk dolar AS.

Akhirnya, rupiah melemah meski dolar AS juga mengalami koreksi teknikal terhadap mayoritas mata uang utama termasuk terhadap euro. Indeks dolar AS melemah 0,20% ke 82,79 dari sebelumnya 82,94. Terhadap euro, dolar AS ditransaksikan melemah ke USD 1,3130 dari sebelumnya USD 1,3110 per euro.

Dari bursa saham, koreksi indeks Nikkei memang berhasil membalik sentimen pasar. Padahal, penyebabnya hanya masalah internal mereka sendiri yaitu Jepang memasuki masa pra-pemilu. indeks Hang Seng mengalami kenaikan. Sayangnya, sinyal dari indeks tersebut adalah netral karena gagal tutup di atas resistance Rp 21.400.

IHSG sejak pukul 15.45 WIB sudah terlihat tidak punya peluang tutup di atas resistance 4.750. Pada perdagangan Jumat (19/7) IHSG ditutup menguat tipis 3,98 poin (0,08%) ke posisi 4.724,411. Intraday terendah 4.706,469 dan tertinggi 4.740,058. [geng]
Sugeng Riyadi 20 Jul, 2013

-
Source: http://financeroll.co.id/news/79936/pasca-testimoni-gubernur-the-fed-pasar-domestik-masih-melambat
Read more...
Monday, 8 July 2013

Aktifitas Ekspor Impor Jerman Turun Pada Bulan Mei

0 komentar
Aktifitas Ekspor Impor Jerman Turun Pada Bulan Mei[NMForex] Financeroll - Sebuah laporan resmi di hari Senin(8/7), menunjukkan bahwa aktifitas ekspor impor Jerman telah alami penurunan pada bulan Mei 2013.

Pada laporan yang ditunjukkan oleh Kantor Statistik Nasional, untuk sektor barang ekspor Jerman telah turun sebesar 4.8% di bulan Mei 2013 menjadi 88.2 milyar euro, sedangkan pada bulan April 2013 lalu, sektor barang ekspor Jerman telah turun dari 2.4% di bulan April 2013 dan dilanjutkan dengan aktifitas sektor impor Jerman yang turun sebesar 2.6% berjumlah 75.2 milyar euro pada bulan Mei, setelah naik sebesar 1.7% pada bulan April 2013 lalu.

Sementara itu, pada neraca perdagangan asing menunjukkan surplus sebesar 13.1 milyar euro pada bulan Mei 2013, jika dibandingkan pada tahun 2012 lalu, neraca perdagangan telah surplus sebesar 15.6 milyar euro. Pada kalender dan jangka yang disesuaikan secara musiman, neraca perdagangan asing di wilayah Eropa telah mencatat surplus sebesar 14.1 milyar euro di bulan Mei 2013.

Menurut hasil pengawasan dari Bank Sentral Jerman, kondisi neraca saat ini menunjukkan surplus sebesar 11.2 milyar di bulan Mei 2013, yang mana termasuk pada neraca pada sektor jasa -0.4 milyar euro, laba bersih +1.6 milyar euro, pengiriman saat ini -2.1 milyar euro, dan barang dagangan tambahan -1.0 milyar euro.

Paska dirilisnya data tersebut, euro menguat terhadap dolar AS, dengan pasangan EUR/USD diperdagangkan di level 1.2830 pukul 14:10 waktu Jakarta.
Sugeng Riyadi 08 Jul, 2013

-
Source: http://financeroll.co.id/news/78712/aktifitas-ekspor-impor-jerman-turun-pada-bulan-mei
Read more...
Saturday, 6 July 2013

Sentimen Negatif Masih Dominan, Pasar Domestik Bergerak Variatif

0 komentar
Sentimen Negatif Masih Dominan, Pasar Domestik Bergerak VariatifFinanceroll - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat tapi rupiah sebaliknya. Pasar merespons kebijakan moneter longgar ECB-BoE dan mencemaskan risiko politik di Portugal, Italia, dan Yunani.  Melandainya pergerakan rupiah akhir pekan ini dipicu oleh pasar yang sedikit waspada menjelang rilis data non-farm payrolls dan tingkat pengangguran AS nanti malam.

Karena itu, nuansa yang terjadi di pasar adalah penguatan dolar AS dan jadi tekanan negatif bagi rupiah.  Kondisi itu, kata Firman, terjadi setelah kemarin malam European Central Bank (ECB) dan Bank of England (BoE) memberikan komitmen untuk tetap menjaga kebijakan moneter longgarnya.  Sepanjang perdagangan, rupiah mencapai level terlemahnya Rp 9.945 dengan level terkuat  Rp 9.930 dari posisi pembukaan di Rp  9.938 terhadap dolar AS.

Kurs rupiah  terhadap dolar AS di pasar spot valas antar bank Jakarta, Jumat (5/7) ditutup melemah 5 poin (0,05%) ke posisi Rp 9.940-9.945 dari posisi kemarin Rp 9.935-9.940.  Lebih jauh Firman menjelaskan, pertemuan ECB semalam berbeda dari pertemuan sebelumnya. Sebab, ECB mengatakan, kebijakan moneter longgar akan dijalankan untuk sementara waktu dan ini tentunya akan menegaskan komitmen bahwa bank sentral mungkin akan mempertahankan tingkat suku bunga rendah dalam beberapa pertemuan mendatang.

Selain itu, pelemahan rupiah juga dipicu oleh pasar yang juga mencemaskan risiko politik yang berkembang di Portugal dan Italia.   Lonjakan yield obligasi tidak hanya terjadi di Portugal tapi juga pada negara-negara anggota zona euro lainnya.  Dari Portugal, pasar mengkhawatirkan keutuhan koalisi pemerintahan setelah salah satu pimpinan partai koalisi mengundurkan diri dari kabinet.  Pasar mengkhawatirkan koalisi pemerintahan itu tidak akan bertahan lama.

Jika koalisi tidak bertahan, mau tidak mau, Portugal harus mengusulkan pemilu dini. Jika ini terjadi, tentu akan mempersulit Portugal mengikuti program bailout yang dijadwalkan akhir tahun ini.  Akibatnya, yield obligasi Portugal mencapai level krusial 7,04% untuk tenor 10 tahun. Level yield ini tidak bagus untuk kesehatan keuangan Portugal.

Akhirnya, dolar AS menguat terhadap mayoritas mata uang utama termasuk terhadap euro.  Indeks dolar AS menguat ke 83,93 dari sebelumnya 83,77.  Terhadap euro, dolar AS ditransaksikan menguat ke USD 1,2890 dari posisi sebelumnya USD 1,2910 per euro.

Dari bursa saham, IHSG sebenarnya masih cari-cari arah sehingga belum memperlihatkan pola pergerakan yang jelas.  Pada perdagangan Jumat (5/7) IHSG ditutup menguat 20,87 poin (0,46%) ke posisi 4.602,807. Intraday terendah 4.581,888 dan tertinggi 4.647,272.  Sebab, dalam sebulan teakhir, dana asing yang keluar dalam angka yang signifikan. Apalagi, indeks juga sudah terkoreksi dalam.  Kondisi ini menjadi sinyal lampu kuning bagi IHSG.

Dari pergerakan dari IHSG sendiri yang melemah dalam sebulan terakhir dan aliran dana asing yang keluar harus membuat sedikit waspada bagi investor.  Sebab, dalam jangka pendek maupun menengah, koreksi IHSG bisa berlanjut ke arah 4.000.  Dengan pelemahan ini, membuat beberapa harga saham menjadi normal dibandingkan sebelumnya yang berada di atas valuasi fundamentalnya.

Sementara itu, penguatan indeks Jumat (5/7) ini,  lebih dipicu oleh pergerakan bursa regional yang cenderung menguat dalam dua hari terakhir.  Pasar terpengaruh positif oleh data-data tenaga kerja AS dan European Central Bank (ECB) yang mempertahankan tingkat suku bunganya dalam periode yang lebih lama.  Tapi, rilis data tingkat pengangguran AS nanti malam baru bisa berpengaruh awal pekan depan.  [geng]
Sugeng Riyadi 06 Jul, 2013

-
Source: http://financeroll.co.id/news/78656/sentimen-negatif-masih-dominan-pasar-domestik-bergerak-variatif
Read more...
Thursday, 4 July 2013

Sentimen Positif Terbatas, Rupiah Diperkirakan Melemah

0 komentar
Sentimen Positif Terbatas, Rupiah Diperkirakan MelemahFinanceroll - Pergerakan  nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan masih berada di zona negatif. Para pelaku pasar merespons rilis naiknya factory orders di AS, dan akan mengalihkan dana mereka ke dolar AS.  Pelaku pasar juga wait and see terhadap rilis data-data ketenagakerjaan yang akan dirilis lebih awal sehari, sebelum libur kemerdekaan AS.
 
Selain itu, laju pelemahan euro pun ikut berimbas pada penurunan rupiah. Pasalnya, sentimen turunnya obligasi Portugis karena mundurnya dua menteri penting, serta naiknya borrowing cost Italia dan Spanyol yang memunculkan spekulasi krisis zona biru semakin parah.

Di sisi lain, menguatnya dolar Australia, karena naiknya neraca perdagangan, masih memberikan sentimen positif dari langkah Reserve Bank of Australia (RBA) yang masih mempertahankan tingkat suku bunganya di level 2,75 persen, dan outlook positif atas ekonomi Australia.  Tetapi, laju pelemahan Rupiah tertahan oleh sentimen menguatnya AUD setelah rilis naiknya neraca perdagangan Australia.

Pada perdagangan kemarin, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) berada di Rp 9.941 per USD, dengan kisaran perdagangan Rp 9.891-Rp 9.991 per USD. Sementara, Bloomberg mencatat rupiah di Rp 9.978 per USD, dengan pergerakan harian di kisaran USD 9.935-USD 10.040 per USD. [geng]
Sugeng Riyadi 04 Jul, 2013

-
Source: http://financeroll.co.id/news/78460/sentimen-positif-terbatas-rupiah-diperkirakan-melemah
Read more...
Wednesday, 3 July 2013

Dolar AS menguat, harapan NFP mengkonfirmasi lajur ekonomi AS

0 komentar
Dolar AS menguat, harapan NFP mengkonfirmasi lajur ekonomi AS Financeroll – Dolar AS menguat dalam perdagangan Selasa (02/07) atas mata uang besar lainnya, mendorong kembali Dolar AS diatas 100 Yen untuk pertama kalinya sejak Juni kemarin. Para pialang merasa percaya diri atas asumsi bahwa The Fed akan memperlunak kebijakan stimulusnya dan Bank of Japan akan menjaga kebijakan moneternya saat ini pula.

Pekan ini akan menjadi minggu yang krusial bagi pasar uang dimana berbagai kalender ekonomi akan menyajikan data-data fundamental yang memiliki dampak besar bagi pergerakan harga di pasar uang. Para investor sebagian menahan diri untuk melakukan pembelian Dolar AS sambil menunggu data ekonomi utama di hari Jumat besok, mengenai angka lapangan kerja AS. Penurunan yang terjadi dalam angka pengangguran akan mengkonfirmasi bahwa perekonomian AS berjalan dalam jalurnya sehingga potensi bagi kemungkinan The Fed melunakkan kebijakan stimulusnya akan semakin besar di bulan September ini.

Dalam perdagangan USDJPY, berakhir di ¥100.66 , dimana Dolar AS kembali meringsek diatas ¥100 untuk pertama kalinya sejak 5 Juni silam dari sebelumnya di ¥99.64. Kenaikan ini dipicu data ekonomi AS yang menyatakan data order manufaktur mengalami kenaikan lebih besar dari perkiraan, yaitu sebesar 2.1% untuk bulan Mei.

Sementara dalam perdagangan EURUSD, Euro terkoreksi dibawah $1.30 menjelang pertemuan European Central Bank. ECB diperkirakan akan tetap menjaga suku bunganya, dimana Presiden ECB Mario Draghi diperkirakan akan memberikan pernyataan yang bersifat lunak untuk mengantisipasi The Fed akan melakukan gerakan yang membuat kebijakan stimulusnya melambat, sehingga mendorong kenaikan imbal hasil Obligasi. Para pialang di Eropa juga mencermati perkembangan Obligasi Portugis, dimana imbal Obligasinya juga menguat tajam sehari setelag menteri keuangan menyatakan mengundurkan diri. EURUSD diperdagangkan di $1.2974 turun dari $1.3064.

Pada perdagangan lainnya, GBPUSD diperdagangkan di $1.5150, turun dari $1.5206. Indek Dolar AS naik ke 83.561 dari sebelumnya di 82.998. Perdagangan diperkirakan akan sedikit menyempit kisarannya dengan sikap menunggu investor menjelang data Non Farm Payroll. Data ADP yang terbit hari ini diperkirakan mencerminkan data NFP yang akan terbit Jumat. Pada hari Kamis, pasar tutup memperingati hari Kemerdekaan AS.

Aussie jatuh oleh berbagai pernyataan dari RBA. Aussie mengalami koreksi tajam dalam perdagangan di hari Selasa menyusul berbagai pernyataan yang berasal dari Bank Sentral Australia, Royal Bank of Australia. Keputusan mereka untuk tetap mempertahankan suku bunga saat ini membuka peluang bagi Aussie utuk tetap melemah. Pada perdagangan AUDUSD diperdagangkan di 91.43 Sen AS turun dari 92.31 Sen AS. Keputusan ini masih sesuai dengan ekspektasi pasar.

Menurut Gubernur Bank Sentral AS, Glenn Stevens, bahwa Aussie sangat tinggi levelnya, meski sejak April telah terkoreksi 10%. Stevens menegaskan kemungkinan nilai tukar akan semakin terdepresiasi dalam beberapa waktu kedepannya, yang akan menyeimbangkan pertumbuhan ekonominya. Bank Sentral Australia dalam 18 bulan ini telah memangkas suku bunganya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, harapan utama adalah terjadi peningkatan investasi di sector pertambangan dalam tahun ini atau tahun yang akan depan. Dalam pandangan Stevens, proyeksi inflasi memberikan kemungkinan kebijakan yang lebih lunak dimasa yang akan datang. Paska pemangkasan suku bunga di bulan Mei, Aussie anjlok atas Dolar AS hingga 12% di kuartal kedua ini, penurunan terburuknya dalam satu kuartal sejak kuartal ketiga di 2008.(Follow @hqeem)
Hendi Suhendi 03 Jul, 2013

-
Source: http://financeroll.co.id/news/78292/dolar-as-menguat-harapan-nfp-mengkonfirmasi-lajur-ekonomi-as
Read more...

Minim Sentimen Pendukung, Pasar Domestik Melemah

0 komentar
Minim Sentimen Pendukung, Pasar Domestik MelemahFinanceroll - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)  dan rupiah serempak melemah. Pasar terkapar merespons rilis indeks manufaktur AS yang menunjukkan angka di atas ekspektasi.  Pelemahan rupiah Selasa ini salah satunya dipicu oleh laporan aktivitas manufaktur PMI AS yang naik di atas perkiraan.  Akibatnya, dolar AS menguat tajam terhadap yen Jepang sehingga rupiah terimbas negatid dan konsolidasi melemah.

Selain itu, ISM Manufacturing Index AS naik ke 50,9 di atas perkiraan 50,6 dan publikasi bulan sebelumnya 49. Construction Spending AS juga mengalami peningkatan ke 0,5% dari sebelumnya 0,1%.  Karena itu, sepanjang perdagangan, rupiah mencapai level terlemahnya 9.935 setelah mencapai level terkuatnya 9.930 per dolar AS dari posisi pembukaan di level terkuatnya itu.  Hanya saja, rekrutan tenaga kerja AS untuk sektor manufaktur justru dirilis terendah dalam empat tahun.  Tapi, tenaga kerja sektor manufaktur ini tidak berdampak terlalu banyak ke pasar.

Sebab, dalam pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) beberapa waktu lalu, Gubernur The Fed Ben Bernanke sudah meningkatkan target angka penganggurannya yang jadi syarat penarikan stimulus.  ISM Manufacturing merupakan data lampau sehingga ada optimisme para pelaku pasar sesuai dengan proyeksi The Fed terhadap kondisi angka pengangguran yang cukup rendah pada semester II-2013.  Apalagi, rendahnya tenaga kerja sektor manufaktur masih dipengaruhi oleh faktor musiman yang memicu rendahnya rekrutan tenaga kerja manufaktir pada Juni.

Akibatnya,  dolar AS menguat dan pasar optimistis menantikan data non-farm payrolls AS Jumat pekan ini.  Namun demikian,  rupiah tidak melemah dalam. Sebab, pasar juga merespons momentum jelang libur pasar AS pada Kamis (4/7) sehingga berbagai mata uang juga masih diperdagangkan dalam kisaran sempit.

Sementara itu, sentimen dari Asia, tadi pagi, Reserve Bank of Australia (RBA) mempertahankan suku bunga di level terendah 2,75%. Langkah ini sebagai upaya untuk meredakan tekanan di sektor ekspor.  Tapi, ini tidak terlalu berdampak terhadap mata uang Asia.  Sebab, nanti pasar masih harus melihat kondisi manufakturnya.

Akhirnya, dolar AS stagnan terhadap mayoritas mata uang utama tapi menguat terhadap euro.  Indeks dolar AS bergeming di 83,21. Terhadap euro, dolar AS ditransaksikan menguat ke USD 1,3043 dari sebelumnya USD 1,3060 per euro.  Dari bursa saham, posisi IHSG memang masih berputar-putar di sekitar support 4.740.  Tapi, pada akhirnya indeks gagal tutup di atas suport tersebut.

Pada perdagangan Selasa (2/7) IHSG  ditutup melemah 48,75 poin (1,02%) ke posisi 4.728,704. Intraday terendah 4.724,866 dan tertinggi 4.810,57. Investor asing mencatatkan net sell hingga Rp 363,4 miliar. [geng]
Sugeng Riyadi 03 Jul, 2013

-
Source: http://financeroll.co.id/news/78280/minim-sentimen-pendukung-pasar-domestik-melemah-2
Read more...

Indeks global menunjukkan tanda-tanda positif

0 komentar
Indeks global menunjukkan tanda-tanda positifFinanceroll~Saham AS menguat dengan momentum pasar menjadi lebih optimis pada prospek ekonomi. Wall Street telah menunjukkan tanda-tanda momentum positif baru-baru ini, karena Federal Reserve mengisyaratkan kebijakan stimulus dalam pembelian obligasi bank sentral tidak berakhir dalam waktu dekat.

Sementara pasar fokus pada laporan penggajian yang akan di rilis jumat pada laporan bulanan data nonfarm payroll dimana ekonom telah memperkirakan kenaikan 165.000. Investor cenderung menahan semua posisi jualnya pada harapan perkembangan ekonomi global yang makin membaik dan pergerakan harga yang cenderung dinamis.

Indeks Dow Jones Industrial naik 42.60 poin (0,28%) di 15,017.56. Indeks S & P 500 naik 4,23 poin (0,26%) pada 1,619.19, masih lebih dari 3% di bawah penutupan rekor tinggi. Sedangkan indeks komposit Nasdaq naik 5,62 poin (0,16%) pada 3,440.11.

Indeks FTSE 100 datar di 6,304.78 setelah sempat naik 1.5% kemarin menyambut data ekonomi Inggris, Eropa dan AS.Indeks Stoxx eropa 600 naik 1.2% menjadi 288.29 setelah menderita kerugian pada hari jumat sebesar 0.5%. Indeks DAX Jerman 30 naik 0,3% menjadi 7,983.92, tertinggal oleh indeks lainnya setelah data PMI Jerman yang lemah. Indeks CAC 40 Perancis rally 0,8% menjadi 3,767.48.

Manufaktur zona euro pada Indeks manajer pembelian menunjukkan 48,8 pada bulan Juni, yang direvisi lebih tinggi dari 48,7. Di antara negara-negara yang tercakup dalam survei, hanya PMI Jerman gagal naik pada bulan Juni. PMI Jerman dipotong menjadi 48,6 dari 48,7, memukul rendah dua bulan.

Data lain menunjukkan naiknya tingkat pengangguran musiman menjadi 12,1% di bulan Mei dari 12% di bulan April, sementara inflasi tahunan naik menjadi 1,6% pada Juni dari 1,4% pada bulan Mei.

Sementara di Pasar AS, Presiden Fed New York William Dudley, direncanakan akan berbicara hari ini tentang kondisi ekonomi nasional. Komentarnya akan erat dengan petunjuk kapan Fed akan memulai kembali skala pelonggaran kuantitatif.

Data menunjukkan pesanan pabrik untuk bulan mei naik 2,1%, di atas ekspektasi kenaikan sebesar 2%. Sebelumnya kemarin, Institute for Supply Management New York Indeks menunjukkan di 578,1, dibandingkan dengan 579,6 pada bulan sebelumnya.

Wall Street telah menunjukkan sikap ambigu terhadap data AS selama enam minggu terakhir, karena laporan yang positif memicu penurunan oleh kecemasan akan tanda-tanda kekuatan ekonomi. @RJs
RAYJAYA SUMEDI 03 Jul, 2013

-
Source: http://financeroll.co.id/expert-comment/78269/indeks-global-menunjukkan-tanda-tanda-positif
Read more...
Tuesday, 2 July 2013

Poundsterling Terpantau Melemah Terhadap Dolar, Namun Stabil Terhadap Euro

0 komentar
Poundsterling Terpantau Melemah Terhadap Dolar, Namun Stabil Terhadap EuroFinanceroll - Pada perdagangan valuta asing di hari Selasa(2/7), poundsterling telah melemah ke level rendah 1 bulan terhadap dolar AS ketika para investor tetap berhati-hati menjelang pertemuan Bank Sentral Eropa pada hari Kamis besok dan dirilisnya data resmi nonfarm payrolls AS pada hari Jumat.

Dolar AS tetap mendapat dukungan setelah dirilisnya data bisnis manufaktur AS yang kuat sehingga mendorong optimisme atas prospek ekonomi AS ke depannya. Berdasarkan laporan tersebut, ISM manufaktur PMI AS naik menjadi 50.9 pada bulan Juni 2013 ini.

Sedangkan berdasarkan laporan yang dirilis oleh Markit/CIPS hari ini, data tersebut menunjukkan bahwa konstruksi Inggris telah naik menjadi 51.0 di bulan Juni, namun hasil tersebut masih di bawah perkiraan pasar dengan kenaikan sebesar 51.1.

Selama berlangsungnya perdagangan di sesi Eropa hari ini, pasangan GBP/USD sentuh level 1.5137 yang kemudian dikonsolidasikan melemah 0.45% di level 1.5136. Pasangan mata uang tersebut cenderung menemukan level support di level 1.5085 dan level resistance di level 1.5236. Sementara itu, poundsterling terpantau stabil terhadap euro, dengan pasangan EUR/GBP sedikit menguat 0.02% di level 0.8584.
Aditya Arief 02 Jul, 2013

-
Source: http://financeroll.co.id/news/78250/poundsterling-terpantau-melemah-terhadap-dolar-namun-stabil-terhadap-euro
Read more...

Euro Terpantau Melemah Terhadap Dolar AS dan Yen

0 komentar
Euro Terpantau Melemah Terhadap Dolar AS dan YenFinanceroll - Pada perdagangan valuta asing di hari Selasa(2/7), euro telah melemah ke posisi rendah terhadap dolar AS, ketika para investor tetap berhati-hati menjelang pertemuan Bank Sentral Eropa pada hari Kamis besok dan dirilisnya data resmi nonfarm payrolls AS pada hari Jumat.

Pada mata uang tunggal kembali mendapat tekanan setelah Perdana Mentri Portugal, Vitor Gaspar mengundurkan diri pada hari Senin malam kemarin, setelah angkar terbaru menunjukkan bahwa terjadinya defisit yang meluas pada anggaran negara di kuartal pertama tahun 2013. Sedangkan untuk imbal hasil program pembelian obligasi Portugal dalam 10 tahun telah naik menjadi 6.51% pada hari Selasa, dari 6.4% di hari Senin.

Selama berlangsungnya perdagangan di sesi Eropa hari ini, pasangan EUR/USD sentuh level 1.3018 yang kemudian dikonsolidasikan melemah 0.31% di level 1.3021. Pasangan mata uang tersebut cenderung menemukan level support di level 1.2990 dan level resistance di level 1.3077. Sementara itu, euro hanya alami sedikit penguatan terhadap poundsterling dan melemah terhadap yen, dengan pasangan EUR/GBP menguat 0.02% di level 0.8584 dan EUR/JPY melemah 0.11% di level 130.01.
Aditya Arief 02 Jul, 2013

-
Source: http://financeroll.co.id/news/78248/euro-terpantau-melemah-terhadap-dolar-as-dan-yen
Read more...

Harga Minyak Mentah Berjangka, Mewaspadai Krisis Mesir

0 komentar
Harga Minyak Mentah Berjangka, Mewaspadai Krisis MesirFinanceroll – Harga minyak mentah berjangka AS turun di hari Selasa (2/7), yang pada hari sebelumnya sempat naik dan memberikan keuntungan. Menjelang dirilisnya data, harga minyak berjangka turun di level 13sen ayau 0,1%pada $97,86 per barel.

Di hari sebelumnya harga minyak naik pada Senin $1,43 atau 1,5% menyusul laporan manufaktur kuat di zona Euro dan AS pada bulan Juni. BOJ bau-baru ini mengeluarkan program stimulus moneter besar-besaran untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan menyingkirkan ekonomi terbesar ketiga di dunia deflasi. Penurunan juga akan dibantu oleh startup BP upgrade, 250.000 barel per hari satuan minyak mentah di Whiting, Ind. Konsultan memprediksi China akan mengambil alih posisi AS sebagai pasar mobil mewah terbesar secepat 2016, tapi pembuat mobil mewah melihat pertumbuhan yang lambat.

Pada perdagangan energi lain Selasa, berjangka Agustus untuk minyak mentah Brent Inggris melihat keuntungan pecahan dari 2 sen menjadi $103,02 per barel, sedangkan Agustus bensin naik 1 sen, atau 0,3% menjadi $2,75 per galon. Minyak pemanas Agustus naik 1% menjadi $ 2,88 per galon, dan gas alam untuk pengiriman September tetap tidak berubah pada $ 3,57 per juta British thermal unit

Investor juga menunggu laporan mingguan stok minyak mentah AS. Angka yang akan dirilis pada hari Selasa pikul 4:30 PM, waktu Timur AS dari American Petoleum Institute. Stok minyak mentah komersial AS kemungkinan turun 3 juta barel dalam pekan yang berakhir 28 Juni.

Proyeksi penurunan akan sesuai dengan norma-norma musiman, seperti yang ditunjukkan oleh minggu ke minggu perubahan dalam lima tahun rata-rata Administrasi Informasi Energi. Investor harus mewaspadai kenaikan harga minyak mentah berjangka karena krisi di Timur Tengah. -David-
David 02 Jul, 2013

-
Source: http://financeroll.co.id/news/78161/harga-minyak-mentah-berjangka-mewaspadai-krisis-mesir
Read more...

Sentimen Positif Eksternal Merebak, Rupiah Diperkirakan Menguat

0 komentar
Sentimen Positif Eksternal Merebak, Rupiah Diperkirakan MenguatFinanceroll - Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di pasar spot valas antar bank Jakarta, Selasa (2/7) diprediksi menguat. Positifnya data-data ekonomi Jepang dan Eropa jadi katalisnya.  Peluang penguatan nilai tukar rupiah Selasa ini salah satunya didukung oleh faktor teknikal. Secara teknikal, dolar AS terhadap rupiah memasuki fase pergerakan yang overbought (jenuh beli).

Karena itu, dibutuhkan technical rebound bagi rupiah untuk mengurangi tekanan jenuh beli atas dolar AS. Nilai  rupiah berpeluang menguat dalam kisaran Rp 9.870 hingga Rp 9.950 per dolar AS. Penguatan rupiah juga mendapat dukungan dari positifnya data-data yang dirilis di Jepang dan Eropa.  Keduanya kompak menunjukkan adanya perbaikan data-data ekonomi untuk dua kawasan tersebut.

Antara lain, Indek Manufaktur Jepang yang dirilis naik ke level 4 dari bulan sebelumnya -8. Sementara itu, indeks non-manufaktur naik ke 12 dari sebelumnya 6. Sementara itu, dari Eropa, indeks manufaktur Spanyol naik melampaui estimasi ke 50,0. Begitu juga dengan indeks manufaktur Inggris ke 52,5.

Angka pengangguran Eropa juga lebih baik menjadi 12,1% dari publikasi sebelumnya 12,3%.  Untuk indeks manufaktur Eropa secara keseluruhan memang belum banyak mengalami perubahan, tapi ada sedikit perbaikan seperti di Spanyol, Italia dan Inggris.

Semua itu akan memberikan harapan atas membaiknya permintaan ekspor terutama setelah didapat pertumbuhan ekspor Indonesia kemarin yang ternyata membaik dibandingkan estimasi. Melihat data terbaru yang dirilis di Jepang dan zona euro memberikan outlook yang lebih positif.

Hanya saja, pasar akan menunggu konfirmasi data Jepang dan Eropa dari rilis data-data ekonomi AS terutama pasar tenaga kerja dan data-data China.  Pertengahan pekan ini, China akan merilis data sektor non-manufaktur PMI.  Sebagai informasi, kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot valas antar bank Jakarta, Senin (1/7) ditutup bergeming di Rp 9.920-9.935. [geng]
Sugeng Riyadi 02 Jul, 2013

-
Source: http://financeroll.co.id/news/78143/sentimen-positif-eksternal-merebak-rupiah-diperkirakan-menguat
Read more...

Sentimen Internal Muncul Bervariasi, Pasar Domestik Melambat

0 komentar
Sentimen  Internal Muncul Bervariasi, Pasar Domestik MelambatFinanceroll - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan  (IHSG)  melemah tapi rupiah masih stagnan. Pasar merespons variatifnya data-data ekonomi yang dirilis di dalam negeri.  Stagnannya penutupan rupiah awal pekan ini salah satunya dipicu oleh rilis inflasi Indonesia untuk Juni 2013 yang angknya di bawah estimasi.  Nilai  rupiah bergerak datar setelah adanya rilis data inflasi yang ternyata turun ke bawah estimasi.

Inflasi tahunan di level 5,90% dari prediksi 6,10%. Inflasi bulan Juni juga turun ke bawah estimasi 1,20% menjadi 1%.  Sepanjang perdagangan, rupiah mencapai level terkuatnya Rp 9.919 setelah mencapai level terlemahnya Rp 9.935 dari posisi pembukaan  Rp 9.925 per dolar AS.  Kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot valas antar bank Jakarta, Senin (1/7) ditutup bergeming di  Rp 9.920-9.935 dibandingkan posisi akhir pekan lalu.

Begitu juga dengan pertumbuhan ekspor Indonesia yang membaik menjadi -4,49%, atau lebih rendah dari prediksi -9,60%. Di sisi lain, Indeks Manufaktur PMI Indonesia versi HSBC dirilis 51 atau menurun dari sebelumnya 51,6.  Variatifnya data-data fundamental Indonesia menyebabkan rupiah tidak bergerak banyak dan berakhir stagnan.

Pada saat yang sama,  data-data yang dirilis di Jepang dan Eropa cukup positif sehingga seharusnya bisa memperkuat rupiah.  Sebab, data-data Jepang dan Eropa itu menopang rally mata uang non-dolar AS untuk hari pertama pekan ini.  Data Indeks Sentimen Tankan di sektor manufaktur PMI Jepang meningkat dibandingkan bulan sebelumnya. Dari Eropa juga data-data yang dirilis menunjukkan perbaikan perlahan pada ekonomi kawasan Eropa.

Hanya saja, data China menunjukkan perlambatan aktivitas manufaktur. Indeks manufaktur versi HSBC di level 48,2 dibandingkan sebelumnya 48,3.  Sedangkan indeks manufaktur versi pemerintah China dirilis di level 50,1 atau lebih rendah dari publikasi sebelumnya 50,8.  Akibatnya, dolar AS sebenarnya melemah. Negatifnya data China seharusnya bisa diimbangi oleh positifnya data Jepang dan Eropa.  Tapi, karena data dalam negeri masih variatif menyebabkan penguatan rupiah jadi terbatas dan berakhir stagnan.

Akhirnya,  dolar AS melemah terhadap mayoritas mata uang utama tapi stagnan terhadap euro.  Indeks dolar AS melemah 0,12% ke 83,27 dari sebelumnya 83,41.  Terhadap euro, dolar AS ditransaksikan stagnan di level USD 1,3050 per euro.

Dari bursa saham, di bursa regional tidak terlihat adanya masalah.  Dow Jones Futures plus.  Strait Times juga masih running jauh di atas support 3.138. Tidak terlihat adanya signal negatif.  IHSG sore kemarin malah sudah mengayun lumayan dalam.  IHSG yang tadinya dekat level tertingginya, malah menguji level terendahnya di sekitar support 4.740–4.770 lagi.  Pada perdagangan Senin (1/7)  IHSG ditutup melemah 41,44 poin (0,86%) ke posisi 4.777,452. Intraday terendah 4.747,975 dan tertinggi 4.815,725. Investor asing kembali net sell hingga Rp 301,3 miliar. [geng]
Sugeng Riyadi 02 Jul, 2013

-
Source: http://financeroll.co.id/news/78129/sentimen-internal-muncul-bervariasi-pasar-domestik-melambat
Read more...

ISM: Bisnis Manufaktur AS Ekspansi di Bulan Juni

0 komentar
ISM: Bisnis Manufaktur AS Ekspansi di Bulan JuniFinanceroll – Bisnis manufaktur di AS berhasil rebound setelah alami kontraksi pada bulan Mei, merupakan sebuah tanda baru bahwa industri akan memberikan dukungan pada ekonomi di AS.

Pada Indeks ISM atau Institute for Supply Management, naik menjadi 50.9 pada bulan Juni, dari 49 di bulan Mei, berdasarkan laporan dari kelompok yang berbasis di The Tempe, Arizona. Apabila hasil di atas angka 50, menunjukkan pertumbuhan ekonomi mengalami ekspansi dan apabila di bawah angka tersebut maka menunjukkan ekonomi mengalami kontraksi.

Survei ekonom oleh MarketWatch telah memperkirakan indeks ISM akan naik menjadi 50.6.

Paska dirilisnya data ISM tersebut, dolar AS menguat yen dan euro, namun melemah terhadap poundsterling, dengan pasangan USD/JPY diperdagangkan di level 99.73, EUR/USD diperdagangkan di level 1.3031,  dan dilanjutkan dengan GBP/USD diperdagangkan di level 1.5240.
Aditya Arief 01 Jul, 2013

-
Source: http://financeroll.co.id/news/78112/ism-bisnis-manufaktur-as-ekspansi-di-bulan-juni
Read more...

Pembelanjaan Konstruksi di AS Naik Ke Level Tertinggi

0 komentar
Pembelanjaan Konstruksi di AS Naik Ke Level TertinggiFinanceroll - Sebuah laporan resmi mengenai pembelanjaan pada proyek bangunan di AS meningkat ke level tertinggi lebih dari 3 ½ tahun di bulan Mei 2013.

Berdasarkan laporan yang dirilis oleh Departemen Perdagangan AS hari ini, jumlah pembelanjaan konstruksi AS naik sebesar 0.5% di bulan Mei dari bulan sebelumnya menjadi $874.9 juta, merupakan level tertinggi sejak September 2009.

Survei ekonom oleh Dow Jones Newswires telah memperkirakan kenaikan sebesar 0.6% pada pembelanjaan konstruksi AS.

Kenaikan pada proyek konstruksi AS telah di pimpin oleh konstruksi perumahan, yang mana naik sebesar 1.2% dari awal bulan dan telah naik sebesar 22.7% dari tahun lalu. Sedangkan pada pembelanjaan konstruksi bangunan publik, termasuk bangunan negara, daerah, dan pemerintah pusat naik sebesar 1.8% di bulan Mei dari bulan April.

Laporan terakhir yang dirilis ini, merupakan penunjuka terakhir bahwa pemulihan pada pasar property telah membantu ekonomi kepada musim pemangkasan di anggaran publik.

Paska dirilisnya data tersebut, dolar AS menguat terhadap yen, dan euro, namun melemah terhadap poundsterling, dengan pasangan USD/JPY diperdagangkan di level 99.73, EUR/USD diperdagangkan di level 1.3031,  dan dilanjutkan dengan GBP/USD diperdagangkan di level 1.5235.
Aditya Arief 01 Jul, 2013

-
Source: http://financeroll.co.id/news/78110/pembelanjaan-konstruksi-di-as-naik-ke-level-tertinggi
Read more...

Dollar Akan Diuji Data US ISM Manufacturing PMI!

0 komentar
Meski belum merubah posisi Aussie yang masih tertekan oleh dollar AS,  namun Aussie berhasil memantul naik dari level terendah sejak September 2010 di tengah spekulasi bahwa penurunan (nilai aussi) terbesar dalam satu kuartal dalam hampir lima tahun terlalu berlebihan. Faktor tersebut ditambah oleh pertaruhan yang berkembang di kalangan para partisipan forex market bahwa Bank Sentral Australia akan menyangkal pemangkasan suku bunga pada pertemuannya esok.

Sejak pembukaan sesi pasar Asia, AUDUSD nampak bergeliat menuju level  0.9205 setelah sempat menurun terrpuruk pada level low 0.9110. Tingkat volatilitas pergerakan aussie terhadap dollar AS dalam sebulan terakhir nampak menguat, karena para investor mencermati adanya tekanan tinjauan kebijakan secara lokal,  dan di AS sendiri, permintaan untuk aussie terbatas di tengah sinyal melambannya ekonomi China dan spekulasi bahwa Federal Reserve akan mengurangi paket stimulus.

Di sisi lain, performa sterling dan euro masih belum beranjak terhadap dollar dan secara general peluang untuk terperosok lagi masih terbuka, terutama jika publikasi data indikator ekonomi AS yang berkualifikasi sangat sensitive, yaitu ISM Manufacturing PMI, tercatat melebihi ekspektasi.

USD ISM Manufacturing PMI akan diumumkan pada jam 21.00 WIB malam ini, dengan perkiraan 50.6 dari sebelumnya 49.0. Di atas 50 berindikasi aktivitas industry manufacturing mengalami kemajuan atau ekspansi. Di bawah 50 berindikasi mengalami penunurunan atau kontraksi.

Pabila data USD ISM Manufacturing PMI ternyata berada pada level 49.0 atau bahkan jauh di bawahnya, maka akselerasi dollar rentan untuk tersendat oleh rival karensi utama lainnya, juga akan menjadi momentum recovery bagi emas, setidaknya dalam periode pendek.  
Arief Sofyandi 01 Jul, 2013

-
Source: http://financeroll.co.id/expert-comment/78088/dollar-akan-diuji-data-us-ism-manufacturing-pmi
Read more...
Monday, 1 July 2013

Swiss Franc tidak berubah terhadap Dolar A.S

0 komentar
Swiss Franc tidak berubah terhadap Dolar A.SDolar A.S hampir tidak mengalami perubahan terhadap Swiss franc pada hari Senin, setelah dirilisnya  data positif Swiss, disusul dengan kekhawatiran dari masa depan program pembelian obligasi Federal Reserve's A.S yang medukung mata uang dolar.

Data menujukan bahwa SVME PMI Swiss turun menjadi 51.9 di bulan juni, dari 52.2 di bulan Mei,yang mana perkiraan ekonom terhadap indeks PMI Swiss akan turun menjadi 51.8. Sementara itu dolar tetap mendapat dukungan oleh harapan bahwa The Fed akan merancang kembali program pembelian obligasi sebesar $85 milyar per bulan.

Selama berlangsungnya perdagangan di sesi Eropa hari ini,pasangan USD/CHF menyentuh level 0.9460 yang kemudian di konsolidasikan menguat 0.04% di level 0.9451. Pasangan mata uang tersebut cenderung menemukan level suport di level 0.9412 dan level resistance di level 0.9494. Sedangkan untuk Swiss franc melemah terhadap Euro,dengan pasangan EUR/CHF menguat 0.37% di level 1.2337.
Tryas Aditya 01 Jul, 2013

-
Source: http://financeroll.co.id/news/78074/swiss-franc-tidak-berubah-terhadap-dolar-a-s
Read more...

Poundsterling Menguat Terhadap Dolar AS Paska Data PMI Inggris

0 komentar
Poundsterling Menguat Terhadap Dolar AS Paska Data PMI InggrisFinanceroll - Pada perdagangan valuta asing hari Senin(1/7), poundsterling menguat terhadap dolar AS setelah dirilisnya data manufaktur Inggris yang menunjukkan ekpansi dengan laju pertumbuhan yang cepat lebih dari 2 tahun pada bulan Juni 2013.

Markit melaporkan bahwa Manufaktur PMI Inggris naik menjadi 52.5 pada bulan Juni, naik dari 51.5 pada bulan Mei 2013, yang mana hasil pada bulan Juni telah melampaui perkiraan ekonom dengan hasil 51.5.

Selama berlangsungnya perdagangan di sesi Eropa hari ini, pasangan GBP/USD sentuh level 1.5246 yang kemudian dikonsolidasikan menguat 0.20% di level 1.5237. Pasangan mata uang tersebut cenderung menemukan level support di level 1.5182 dan level resistance di level 1.5345. Sedangkan poundsterling terhadap euro hampir tidak alami perubahan, dengan pasangan EUR/GBP sedikit melemah 0.01% di level 0.8554.
Aditya Arief 01 Jul, 2013

-
Source: http://financeroll.co.id/news/78061/poundsterling-menguat-terhadap-dolar-as-paska-data-pmi-inggris
Read more...

Markit: Manufaktur PMI Zona Euro Naik Pada Bulan Juni

0 komentar
Markit: Manufaktur PMI Zona Euro Naik Pada Bulan JuniFinanceroll - Sebuah laporan yang dirilis pada hari Senin(1/7), untuk sektor manufaktur zona euro telah bergerak mendekati stabilisasi pada kuartal ke dua di tahun 2013 ini.

Markit Economics yang berbasis di London pada hari ini melaporkan, bahwa hasil akhir Manufaktur PMI zona euro naik menjadi 48.8 di bulan Juni, dari 48.3 di bulan Mei, dimana hasil tersebut telah di atas perkiraan ekonom sebesar 48.7 pada 20 Juni lalu. Apabila hasil di bawah angka 50, hal tersebut menandakan kontraksi.

Pada hasil data PMI hari ini, merupakan kelanjutan dari laporan kepercayaan ekonomi zona euro pada bulan Juni 2013, yang mana mecatat kenaikan tertinggi sejak Juli 2010.

Paska dirilisnya data manufaktur PMI zona euro, euro telah menguat terhadap dolar AS, dengan diperdagangkan di level 1.3045 pada pukul 15:25 waktu Jakarta.
Aditya Arief 01 Jul, 2013

-
Source: http://financeroll.co.id/news/78057/markit-manufaktur-pmi-zona-euro-naik-pada-bulan-juni
Read more...

Euro Terpantau Menguat

0 komentar
Euro Terpantau MenguatFinanceroll - Pada perdagangan valuta asing hari Senin(1/7), euro telah menguat terhadap dolar AS. Menguatnya euro masih dibatasi ditengah perkiraan bahwa Federal Reserve akan memulai perancangan ulang pada program pembelian obligasinya.

Permintaan dolar tetap dilanjutkan ketika Federal  Reserve akan memulai merancang ulang program pembelian obligasinya sebesar $85 milyar per bulan. Sedangkan para investor tengah menunggu hasil data nonfarm payroll AS pada Jumat mendatang.

Menjelang perdagangan di sesi Eropa hari ini, pasangan EUR/USD sentuh level 1.3034 yang kemudian dikonsolidasikan menguat 0.16% di level 1.3030. Pasangan mata uang tersebut cenderung menemukan level support di level 1.2983 dan level resistance di level 1.3086. Sedangkan euro juga lanjutkan penguatan terhadap poundsterling dan yen, dengan pasangan EUR/GBP menguat 0.05% di level 0.8558 dan EUR/JPY menguat 0.45% di level 129.57.
Aditya Arief 01 Jul, 2013

-
Source: http://financeroll.co.id/news/78046/euro-terpantau-menguat
Read more...

Data Manufaktur Cina Turun, Sebagai Kemunduran Dalam Pertumbuhan Ekonomi

0 komentar
Data Manufaktur Cina Turun, Sebagai Kemunduran Dalam Pertumbuhan EkonomiFinanceroll – Berdasarkan dari dua alat pengukur dan data HSBC holding Plc manufaktur China turun dari level 50,8 menjadi 50,1di bulan Juni, sehingga perlu membuat kebijakan untuk mengendalikan spekulasi keuangan dan harga real estate.

Menurut Li Keqiang, Li bisa menjadi perdana menteri pertama yang gagal dalam taget pertumbuhan jika penurunan dalam manufaktur dan dapat mempengaruhi nilai uang tunai. Semetara menurut Presiden Xi Jinping, pejabat bukian hanya semata-mata bisa meningkatkan produk domestik brotu saja, namun harus bisa membuat kebijakan dalam mentolerir ekspansi menjadi lambat.

Data manufaktur akan dirilis hari ini di negara ekonomi utama termasuk Amerika Serikat, Jerman dan wilayah euro. Di Korea Selatan, yang merupakan ukuran pabrik dari HSBC dan Markit turun ke level terendah sejak November. Di Jepang, bank sentral akan meluncurkan stimulus belum pernah terjadi sebelumnya untuk menunjukkan produsen besar dapat berubah optimis pada bulan Juni untuk pertama kalinya sejak September 2011.

Indeks Shanghai turun 0,4%, ini merupakan penurunan sebesar 14% bulan lalu, terbesar sejak Agustus 2009. Goldman Sachs Group Inc China International Capital Corp Barclays Plc dan HSBC Holdings Plc bulan lalu dikupas proyeksi pertumbuhan mereka tahun ini menjadi 7,4 % di bawah sasaran 7,5%. Federasi logistik meningkatkan jumlah perusahaan setelah di survei dari laporan HSBC yang didasarkan pada tanggapan dari manajer pembelian di lebih dari 420 perusahaan, dan diberi bobot lebih ke arah perusahaan swasta kecil. -David-
David 01 Jul, 2013

-
Source: http://financeroll.co.id/news/78001/data-manufaktur-cina-turun-sebagai-kemunduran-dalam-pertumbuhan-ekonomi
Read more...
 
NMForex © 2011 Main Blogger & Blogger Template & Blogging Stuff

Partner your sharing, education, business, and financial investment