Spekulasi terhadap bullish dolar AS dan bearish untuk mata uang emerging market, tampak mereda setelah adanya intervensi verbal yang dilakukan oleh beberapa pejabat The Fed. Karena itu, rupiah ditutup pada level terkuatnya 9.920 setelah mencapai level terlemhanya Rp 9.931 dari posisi pembukaan 9.930 per dolar AS. Kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot valas antar bank Jakarta, Kamis (27/6) ditutup stagnan di level Rp 9.920-9.930.
Salah satu intervensi verbal datang dari Narayana Kocherlakota, president of the Federal Reserve Bank of Minneapolis yang menyatakan, bahwa penarikan stimulus masih cukup panjang dibandingkan dengan apa yang diekspektasikan para pelaku pasar sejauh ini. Pasar masih menanti pernyataan dari petinggi The Fed yang lain seperti William Dudley, President of the Federal Reserve Bank of New York dan anggota dewan gubernur The Fed, Jerome Powell. Keduanya sangat penting karena merupakan anggota voter FOMC.
Dua petinggi The Fed tersebut, diharapkan bisa memberikan kejelasan mengenai ekspektasi arah kebijakan FOMC selanjutnya. Apalagi, dolar AS juga mendapat tekanan negatif setelah rilis Produk Domestik Bruto (PDB) AS semalam untuk versi final yang turuk jauh di bawah ekspektasi 2,4% menjadi 1,8% untuk kuartal I-2013. Ini juga meredakan bullish dolar AS. Sebab, buruknya data AS memicu stimulus moneter The Fed masih dibutuhkan sehingga diperpanjang. Efeknya menjadi negatif untuk dolar AS.
Lalu, dari China terdapat beberapa laporan keuangan emiten yang menunjukkan angka cukup positif. Kondisi ini sedikit memberi topangan terhadap daya tarik mata uang emerging market termasuk rupiah. Alhasil, dolar AS menguat terhadap mayoritas mata uang utama termasuk terhadap euro. Indeks dolar AS melemah ke 82,90 dari sebelumnya 82,95. Terhadap euro, dolar AS ditransaksikan melemah ke USD 1,3027 dari sebelumnya USD 1,3006 per euro.
Dari bursa saham, sejak pukul 14.50 WIB dia sudah mulai memberikan peringatan. Sebab, Hang Seng tadi pagi sudah sempat menguji gap di 20.703–20.896. Harusnya, untuk bikin signal positif, HSI harus tutup di atas batas bawah 20.703 itu.
Kondisi BEI sebenarnya sudah bisa dibilang bagus. Dana asin terlihat mulai mengalir lagi ke pasar domestik. Hingga sore hari ini, posisi net buy asing masih bisa bertahan di atas level psikologis Rp 250 miliar. Dana asing sepertinya sudah mulai mengalir masuk seiring dengan langkah Moody's Investor Service yang menaikkan outlook peringkat surat utang Indonesia.
Pada perdagangan Kamis (27/6) IHSG ditutup menguat 88,02 poin (1,92%) ke posisi 4.675,749. Intraday tertinggi Rp 4.732,985 dan terendah Rp 4.644,036. Investor asing mencatatkan net buy (aksi beli bersih) senilai Rp 48,7 miliar. [geng]
Sugeng Riyadi 28 Jun, 2013 -
Source: http://financeroll.co.id/news/77851/dana-asing-mulai-mengalir-masuk-pasar-domestik-bergerak-positif
