Indeks pun langsung meluncur cukup tajam ke zona merah dan mendarat di
level 4.733,578. Saham-saham unggulan yang sempat menguat langsung
berjatuhan. Menutup sesi I, Selasa (2/7), IHSG berkurang 37,091 poin
(0,78%) ke level 4.740,361. Sementara indeks unggulan LQ45 melemah 6,675
poin (0,84%) ke level 788,029.
Tercatat hanya satu sektor industri yang masih menguat, yaitu sektor
konsumer berkat aksi beli di saham-sahamnya. Indeks sektor agrikultur
jatuh paling dalam hingga 1,4%. Perdagangan hari ini berjalan sepi
dengan frekuensi transaksi mencapai 81.928 kali pada volume 2,27 miliar
lembar saham senilai Rp 2,276 triliun. Sebanyak 65 saham naik, sisanya
159 saham turun, dan 80 saham stagnan. Bursa-bursa di Asia masih
bergerak mixed hingga siang hari ini.
Sementara itu, kondisi bursa-bursa regional hingga siang hari ini antara
lain: Indeks Komposit Shanghai turun 7,55 poin (0,38%) ke level
1.987,70, Indeks Hang Seng melemah 81,78 poin (0,39%) ke level
20.721,51, Indeks Nikkei 225 menguat 130,75 poin (0,94%) ke level
13.983,25, dan Indeks Straits Times naik 28,53 poin (0,91%) ke level
3.169,46.
Beberapa saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di
antaranya saham Solusi Tunas (SUPR) naik Rp 300 ke Rp 6.100, Unilever
(UNVR) naik Rp 250 ke Rp 29.800, Gowa Makassar (GMTD) naik Rp 350 ke Rp
7.250, dan Ultra Jaya (ULTJ) naik Rp 200 ke Rp 4.950.
Sedangkan saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara
Matahari (LPPF) turun Rp 450 ke Rp 11.600, Indocement (INTP) turun Rp
400 ke Rp 23.200, lain Indofood CBP (ICBP) turun Rp 650 ke Rp 11.500,
dan Gudang Garam (GGRM) turun Rp 400 ke Rp 50.900. [geng]
Tryas Aditya 02 Jul, 2013
-
Source: http://financeroll.co.id/news/
