Data inflasi Juni diperkirakan dapat melebihi satu persen dibandingkan periode Mei yang mencatatkan deflasi 0,03%. Tekanan inflasi bisa cukup tinggi karena sudah mendekati bulan puasa, ditambah ekspektasi inflasi sejak awal Juni mengantisipasi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), dan karena pelemahan rupiah yang menuju level Rp 9.000 per dolar AS sepanjang Juni lalu.
Selain itu, tekanan inflasi bulan Juni 2013 juga dapat lebih besar dibandingkan tekanan inflasi pada pengalaman kenaikan harga BBM di 23 Maret 2005 sebesar 1,91%. Sentimen dari eksternal, belum adanya kepastian bank sentral AS (The Fed) untuk melanjutkan program stimulus keuangannya masih menjadi salah satu faktor pendorong nilai tukar domestik berada dalam area negatif. Jika The Fed akan melanjutkan stimulus keuangannya maka diperkirakan rupiah dapat kembali menguat terhadap dolar AS. [geng]
-
Source: http://financeroll.co.id/news/78011/senin-pagi-rupiah-melemah-di-level-rp-9-955-usd
