Pergerakan kurs rupiah gagal bertahan di area positif setelah data
neraca perdagangan yang masih mencatatkan defisit. Badan Pusat Statistik
(BPS) mencatat defisit neraca perdagangan sebesar USD 590,4 juta pada
Mei 2013.
Inflasi Juni sebesar 1,03% masih lebih baik dibanding 2008 lalu yang
sebesar 2,46% saat dinaikkannya juga harga bahan bakar minyak (BBM).
Secara historis inflasi di bulan Juni bergerak tinggi, namun inflasi
pada Juni 2013 masih dinilai stabil.
Kurs rupiah masih memiliki ruang penguatan terhadap dolar AS. Investor
akan melihat sentimen lainnya, yakni salah satunya ekonomi Indonesia
masih dapat tumbuh positif di tengah kondisi global yang bergejolak.
Kenaikan BBM juga belum terlalu signifikan dampaknya pada inflasi, perlu
diwaspadai yakni sentimen dari eksternal. [geng]
Sugeng Riyadi 02 Jul, 2013
-
Source: http://financeroll.co.id/news/
