Indeks pun langsung meluncur cukup tajam ke zona merah dan mendarat di level 4.733,578. Saham-saham unggulan yang sempat menguat langsung berjatuhan. Menutup perdagangan sesi I, IHSG berkurang 37,091 poin (0,78%) ke level 4.740,361 terkena aksi ambil untung setelah pagi tadi sempat menguat.
Tercatat sektor konsumer menjadi penopang kejatuhan bursa dengan penguatan hampir satu persen. Sembilan dari sepuluh sektor industri di lantai bursa kena koreksi sehingga indeks tak mampu balik arah ke zona hijau. Pada akhir perdagangan, Selasa (2/7), IHSG terkoreksi 48,748 poin (1,02%) ke level 4.728,704. Sementara indeks LQ45 terpangkas 10,579 poin (1,33%) ke level 784,125.
Aksi ambil untung dilakukan investor asing dan lokal. Sentimen positif dari bursa global semalam belum mampu mendorong kepercayaan diri investor dalam berburu saham. Perdagangan hari ini berjalan sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 154.763 kali pada volume 3,777 miliar lembar saham senilai Rp 4,343 triliun. Sebanyak 85 saham naik, sisanya 181 saham turun, dan 72 saham stagnan.
Di sisi lain, rata-rata bursa di Asia menutup perdagangan di zona hijau. Hanya bursa saham Hong Kong yang masuk teritori negatif setelah terkena aksi ambil untung yang cukup dalam.
Sementara itu, situasi dan kondisi bursa-bursa di regional sore hari ini antara lain: Indeks Komposit Shanghai naik 11,32 poin (0,57%) ke level 2.006,56, Indeks Hang Seng melemah 144,64 poin (0,70%) ke level 20.658,65, Indeks Nikkei 225 melonjak 246,24 poin (1,78%) ke level 14.098,74, dan Indeks Straits Times menguat 29,30 poin (0,93%) ke level 3.170,23.
Sejumlah saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya saham Unilever (UNVR) naik Rp 400 ke Rp 29.950, Mayora (MYOR) naik Rp 400 ke Rp 30.750, Sarana Menara (TOWR) naik Rp 3.550 ke Rp 28.050,dan Ultra Jaya (ULTJ) naik Rp 300 ke Rp 5.050.
Sedangkan saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain saham Indocement (INTP) turun Rp 1.100 ke Rp 22.500, SMART (SMAR) turun Rp 600 ke Rp 8.900, Goodyear (GDYR) turun Rp 1.700 ke Rp 21.100, dan Lion Metal (LION) turun Rp 500 ke Rp 14.000. [geng]
Sugeng Riyadi 02 Jul, 2013 Sedangkan saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain saham Indocement (INTP) turun Rp 1.100 ke Rp 22.500, SMART (SMAR) turun Rp 600 ke Rp 8.900, Goodyear (GDYR) turun Rp 1.700 ke Rp 21.100, dan Lion Metal (LION) turun Rp 500 ke Rp 14.000. [geng]
-
Source: http://financeroll.co.id/news/78223/sektor-pendukung-melemah-ihsg-tertekan-di-jalur-merah
