Pelaku pasar juga merespons positif langkah-langkah bank sentral regional yang berusaha untuk tetap mempertahankan kestabilan pasar. Seperti People Bank of China (PBoC) yang ingin menambah likuiditas untuk mengatasi krisis likuiditas kas di perbankannya.
Di sisi lain, Bank Indonesia (BI) menegaskan cadangan devisa yang ada saat ini masih cukup untuk mendukung stabilitas nilai ukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Menurut pejabat BI, hal ini tergambar dari jumlah cadangan devisi yang masih jauh berada di atas kebutuhan internasional. Pada Mei 2013, cadangan devisa Indonesia tercatat sebesar USD 105,15 miliar atau turun USD 2,12 miliar dibanding posisi per 30 April 2013 sebesar USD 107,27 miliar dolar AS.
Selain itu, Bank sentral Vietnam yang mendevaluasikan mata uangnya dan memangkas suku bunga valas dalam dolar AS untuk memperbaiki neraca pembayaran. Tetapi, apresiasi ini tertahan dengan aksi menahan diri terhadap rilis data-data ekonomi pada pekan depan. Pada akhir pekan kemarin, kurs tengah Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI tercatat berada di Rp 9.929 per USD, dengan kisaran perdagangan Rp 9.879-Rp 9.979 per USD. [geng]
Sugeng Riyadi 01 Jul, 2013 -
Source: http://financeroll.co.id/news/78003/data-ekonomi-as-masih-melambat-rupiah-berpeluang-menguat
